Menulis dengan Teknik Mozaik

https://www.klikdokter.com/psikologi/kesehatan-mental/mengatasi-mental-block?srsltid=AfmBOorf4NmjUlCmcvIRkCBDYHBgKxQ-MZlxA4C5s310P_wnSba4oodS

Menulis dengan Teknik Mozaik

Oleh: Abdullah Makhrus

Tanam padi akan tumbuh padi, tanam rumput jangan berharap tumbuh padi. Pasalnya, ketika tanam padi sering tumbuh rumput (gulma) di sela-selanya. Rumput itu bisa berupa penggembos, pecundang, provokator dan orang-orang pesimis yang mencibir penuh ragu: mana bisa? (Ir. Misbahul Huda, M.B.A.)

 

Mungkin ada beberapa orang pesimis dan meragukan kemampuan Anda. Termasuk kemampuan Anda dalam menulis. Tapi yang jauh lebih mengherankan, yang meragukan bukan orang lain. Namun, justru Anda sendiri yang meragukannya. Mana bisa menghasilkan tulisan kalau Anda terus pesimis pada diri sendiri.

Banyak sekali keluhan saat seseorang yang ingin menulis. Ia merasa kesulitan saat akan memulai menulis. Ia bingung mau memulai dari mana? Mau nulis apa? Nulis di mana? Kapan menulisnya?

Bejibun pertanyaan retoris yang nggak pernah ketemu ujung jawabannya. Itulah yang disebut dengan mental block. Sebuah hambatan psikologis, di mana pikiran atau alam bawah sadar Anda menolak untuk memproses informasi tertentu.

Kondisi ini menyebabkan Anda tiba-tiba merasa stuck, kehilangan motivasi, atau kesulitan berpikir jernih dan bertindak, meskipun Anda sebenarnya memiliki kemampuan untuk melakukannya. Mental block itu acapkali terasa tebal sekali, seolah tak bisa ditembus oleh alat pendobrak apapun. Padahal itu hanyalah ilusi yang berlebihan dan tak berkesudahan.

Tembok penghambat pertama seorang penulis biasanya dimulai dari kesulitan membuat kalimat pembuka. Kalau saya sering membuka dengan quote yang menarik yang saya cuplik dari buku atau tulisan guru-guru penulis saya yang saya temukan dalam buku/tulisan yang dipostingnya.

Berikutnya, bagaimana melanjutkan kalimat berikutnya agar terus mengalir hingga tuntas menjadi tulisan? Agar tulisan tetap sambung menyambung. Tambahkan beberapa variasi kata penghubung.

Anda bisa menggunakan kata-kata atau frasa yang digunakan sebagai penghubung atau konjungsi antar kalimat berikut, yang ditulis di awal kalimat dan harus diikuti tanda koma (,).

Misalkan: Akan tetapi, Akhirnya, Artinya, Akibatnya, Biarpun begitu, Contohnya, Dalam hal ini, Dengan demikian, dll (https://balaibahasajateng.kemendikdasmen.go.id/2014/02/penulisan-kata-penghubung)

Nah, saya akan mencoba berbagi praktik baik dari apa yang sudah pernah saya lakukan. Jika cocok, Anda bisa mencobanya. Sudah siap menyimak? Yuk kita mulai.

Langkah awal, jika Anda sudah menemukan ide. Tulis ide itu dalam catatan Anda. Boleh Anda tulis di buku catatan atau selanjutnya di gawai Anda. Jika Anda tak punya bahan menulis, Anda bisa mencari tambahan informasi untuk melengkapi bahan baku untuk menulis.

Siapkan setidaknya tiga kata tanya, boleh lebih untuk membuat kerangka/outline tulisan. Bisanya saya memilih Why, What, How. Setelah itu kembangkan tiap pertanyaan menjadi 1-2 paragraf.

Anda juga bisa mencari bahan untuk menulis dari buku, artikel di internet yang sudah banyak tersedia. Saya biasa mengambil dari website yang "valid" terutama dilihat dari alamat website yang bisa dipercaya dan sudah terkenal. Bukan dari website gratisan. Meskipun tidak semuanya 100% benar begitu. Jangan lupa sertakan sumber beritanya.

Nah, hasil penelusuran didapatkan jawabannya satu persatu. Selanjutnya gunakan teknik mozaik. Ambil, tempel, variasikan, parafrase, dan berikan sedikit ulasan tambahan ulasan sebagai bumbu pemanis tulisan. Agar rasanya ada manis-manisnya. Seperti kamu. Ea..ea...ea...

Ini salah satu contoh tulisan yang pernah saya buat. Bisa Anda cek di sini https://www.abdullahmakhrus.com/2026/01/meracik-kata-ala-tukang-jahit-baju.html

Nah, semudah itu membuatnya. Yang paling sulit adalah memulai menuliskannya. Jika Anda ingin benar-benar menjadi penulis atau mengaku menjadi penulis, maka berpraktiklah dengan menuliskan semua ide yang Anda miliki dan berbagilah tulisan karya Anda pada orang lain.

Karena jika Anda hanya membaca saja sampai detik ini, maka gelar Anda selamanya adalah pembaca, bukan penulis.  Bukankah begitu?!

Biodata Penulis

Abdullah Makhrus, M.Pd.

Seorang Writer-Trainer-Teacher. Pengajar di SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo. Kepala Bimbingan Belajar Matematika SD "Az Zahro“. Ketua Gerakan Budaya Literasi(GBL) Sidoarjo dan Sekretaris Rumah Virus Literasi(RVL). Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sidoarjo. Buku yang pernah di tulis 4 Buku Solo, 3 E-book, dan 13 Buku Antologi:

Karya Buku Solo

1 Pesan 1 Peristiwa.

2. Rahasia 15 Menit Membuat Blog dan Website Pribadi Bagi Pemula

3. Prau Dolanan Fatih

4. Menang Amarga Cangkang

Karya Ebook

  1. Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 1-2
  2. Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 3-4
  3. Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 5-6

Pernah mendapatkan penghargaan penulis artikel di Jawa Pos berjudul Belajar Matematika dengan Nalar pada lomba Artikel Untukmu Guru 2008. Tulisannya pernah dimuat di harian Republika berjudul Menemukan Motivator Terbaik. Tulisan lainnya juga beberapa kali dimuat di Tabloid PENA Dinas Pendidikan Sidoarjo dan www.gblsidoarjoberkarya.com. Penulis bisa dihubungi di 081333148884. www.abdullahmakhrus.com

Previous Post Next Post