Tirto, Sang Literat dan Inovator Tangguh
Oleh: Titin Kusminarsih
(Peserta Workshop Menulis Bersama GBL, Kepala SDN Durungbedug
Candi dan Plt. Kepala SDN Tenggulunan)

Tirto merupakan seorang yang sangat
literat dan inovator tangguh . Saya mengenal namanya dari dulu saat saya menjadi guru di SDN Balongdowo
Kecamatan Candi sampai sekarang menjadi Kepala SDN Durungbedug dan Plt. Kepala
SDN Tenggulunan.
Jejaknya saya ikuti karena
saya terkesima oleh kecerdasannya yang luar biasa . Ia sangat bersahaja, seperti orang desa
tetapi jika sudah menjadi narasumber di sebuah forum ilmiah sangatlah bagus dalam penyampaian sehingga
kita terhipnotis untuk mengikuti nasehat dan mengikuti ilmu yang diberikan baik
tentang pembelajaran, maupun inovasi-inovasi pembelajaran.
Saat itu pertama kali saya mengikuti
jejaknya saat menjadi narasumber di gedung pasca sarjana Unesa dalam sebuah
Diklat. Waktu itu semua guru mengikuti diklat - diklat agar dapat sertifikat
untuk persiapan portofolio menuju sertifikasi. Pada akhirnya tahun 2011 saya
mengalami PLPG di Jombang untuk naik serifikasi.
Sejak
itu jika Pak Tirto memberikan materinya di forum dan pada saat ke kecamatan
baik saat ada inovasi daerah, saya
selalu senang dan menyimak dengan penuh saksama. Pernah mengadakan kunjungan
inovasi di gugus 3 Kec. Candi, saya dikunjungi di kelas dan melihat langsung
hasil prakarya anak - anak inovasi Baca Tulis dan Hitung (calistung).
Kedekatannya dengan guru tanpa ada sekat merupakan contoh pemimpin yang bisa
diandalkan.
Pak Tirto jika buku solonya launching
saya selalu membelinya. Ada dua bukunya yang saya miliki. Kemudian buku tentang
biografinya yang terbit yang ditulis oleh Bapak Saihu dan kawan-kawan dari MtsN
4 Surabaya, saya dengan sigap membelinya . Pak Saihu adalah sobat saya sendiri
dan penulis di Media Guru Indonesia (MGI) . Buku biografi dilaunching di MPP
(Mall Pelayanan Publik ) Sidoarjo yang bertepatan dengan pengumuman pemenang
lomba video pembelajaran di kabupaten Sidoarjo.
Setelah saya baca buku biografinya,
ternyata Tirto bisa mencapai keberhasilannya menjadi orang nomer satu di dunia
pendidikan Sidoarjo tidaklah seperti membalikkan telapak tangan. Ia menjadi
kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo tidak serta merta tetapi mulai merangkak dari bawah. Pernah menjadi
guru GTT di SMA Swasta di Gresik. Kemudian menjadi PNS DPK di SMA Al Irsyad
Surabaya. Kemudian karena kecerdasan menjadi seorang Literat akhirnya
dikukuhkan menjadi Kepala Sekolah SMPN 1 Tarik dan SMPN 3 Sidoarjo.Dari menjadi
Kepala Sekolah ini prestasinya kian melejit dan tak dapat dipungkiri lagi yaitu
menjadi Kepala Sekolah teladan di Kabupaten Sidoarjo sampai tingkat nasional.
Karena keberhasilannya di atas itulah,
akhirnya ia dikukuhkan menjadi Sekdin di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Kabupaten Sidoarjo.
Karirnya tidak berhenti di situ. Akhirnya
ia diangkat menjadi Kepala Dinsos Kab. Sidoarjo. Kemudian terakhir menjadi
kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo sampai sekarang
hingga purna bhakti.
Kembali menengok tentang kapasitas Tirto,
ia selalu memberi semangat dan membius guru-guru dan kepala sekolah dalam
setiap even sambutan-sambutannya. Misalnya pada saat sambutan pembukaan PKB,
forum Diklat Pendidikan dan Sosialisasi pendidikan.
Yang didengungkan oleh
Tirto tentang inovasi baik oleh guru maupun kepala sekolah. "Siswa akan
berhasil karena inovasi guru. Guru
berhasil karena inovasi kepala sekolah. Maka, jadilah diri untuk membradingkan
diri selalu. Jangan berhenti untuk bergerak dan beride" tandas bapak dari
5 anak ini. Ia selalu titipkan pesan,
"one school one inovation". Itulah nasihatnya yang selalu yang
terngiang di telinga saya. Ia tiap hari harus selalu menulis opini. Itu yang
menjadi keyakinan saya untuk mengikuti
Media Guru Indonesia. Setiap hari harus beride dan saya tiap hari menulis
diblog gurusiana MGI baik puisi, pantun, esai , reportase, maupun opini.
Seperti yang Tirto lakukan setiap hari yang harus menulis.
Saya selalu menunjukkan kepadanya, jika buku solo saya launching. Pak Tirto saya
beri buku saya saat isi PKB di Kecamatan Candi, atau buku hasil lomba opini dan
esai di Media Guru Indonesia. Sebagai salah seorang guru pemenang lomba dimana
bukunya diantologikan, saya selalu berikan hadiah buku saya hasil lomba kepada
Pak Tirto. Hal ini bukan bermaksud pamer atau sombong, tetapi saya menunjukkan bahwa saya mengikuti
jejak kuatnya literasinya
Tirto adalah seorang literat karena ribuan
opininya terbit di Harian Jawa Pos yang selalu mengusung tema yang sedang IN
dan selalu bermakna dan bermanfaat untuk kemajuan pendidikan terutama meningkatkan
kualitas guru dalam pembelajaran dan ilmu bagi kepala sekolah untuk
meningkatkan manajemen kepemimpinan.
Di dalam buku solonya tentang leader ia
membedah juga ilmu kepemimpinan.
Julukan Tirto seorang literat dan inovator
tangguh ternyata bukan hanya isapan jempol belaka, tetapi terbukti dari hasil karya tulisan-tulisannya secara
pribadi baik karya solo dan opininya yang mampu menggerakkan anak buahnya baik
pengawas, kepala sekolah, dan guru untuk selalu berinovasi sehingga kita sebagai insan pendidik dapat ikuti lomba KISI
(Kompetisi Inovasi Sidoarjo). Saat menjadi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan
Kabupaten Sidoarjo Tirto mampu membawa Kab. Sidoarjo menjadi juara inovasi
se Jawa Timur dan meraih penghargaan.
Pesannya
dari hati nurani Tirto untuk
kita agar kita selaku menggerakkan
literasi, menjadi seorang Inovator.
Guru yang baik harus dapat menulis karena
menurut Ananta Pradianta Noer, "apa yang diucap akan lenyap, apa yang
ditulis akan abadi ". Artinya literasi harus membumi di hati kita sebagai
guru dan Tirtolah jejak literat yang
yang harus kita tiru.
Selamat memasuki masa purna bhakti bapak,
semoga selalu sehat, jejak bapak sebagai sang literat dan inovator tangguh akan
saya ikuti secara pribadi sebagai penulis dan secara umum saya berusaha
menggerakkan dan membumikan literasi di lembaga kami. Semoga. Aamiin. Ya rabbal
alaamiin.
Profil Penulis
Penulis bernama Titin Kusminarsih, S.Pd, terlahir di Sidoarjo, 20 Februari 1974. Penulis sebagai Kepala Sekolah definitif di SDN Durungbedug Candi Sidoarjo dan diberi tugas tambahan sebagai KS Plt di SDN Tenggulunan Candi Sidoarjo.
Penulis berkecimpung di MGI (Media Guru Indonesia)sejak akhir tahun 2020 sampai sekarang dan berhasil menelurkan 4 karya solo dan 50 lebih karya antologi baik hasil lomba esai dan opini MGI atau berkarya bersama No Baper.
Penulis dinobatkan sebagai Penulis Produktif 24 pada ajang TNGP (Temu Penulis Guru Indonesia ) Tahun 2024 di Bukit tinggi dan Penulis dinobatkan sebagai Penulis Inspiratif 25 pada ajang TNGP 2025 di BBPMP Surabaya. Semua itu karena ketekunannya menjaga blog gurusiana, menulis hingga detik ini hari ke -1.958 tanpa putus dan jatuh.
Penulis juga berkecimpung di komunitas lain yaitu Sanggar Literasi Sulsel (SLSS), Rilis dan KGPS ( Komunitas Guru Penulis Sidoarjo), semua menghasilkan karya antologi juga.
Penulis berusaha berkarya karena berpegang " apa yang diucap akan lenyap dan apa yang ditulis akan abadi ".
Penulis dapat dihubungi di email titinkusminarsih53@gmail.com WA . 081 357 054 492


