SANG PELITA AKSARA DI KOTA UDANG


SANG PELITA AKSARA DI KOTA UDANG

Oleh: Rindhy Dwi Tysnawati, S.Pd

(Peserta Workshop Menulis Bersama GBL, Guru SMP Negeri 1 Buduran)

 

​Di ufuk timur tanah Jawa, di pelukan delta Sidoarjo yang permai,

Tumbuh sebuah harapan mulia yang tak pernah layu diterpa badai.

Di antara riuh gemuruh zaman dan angin pesisir yang menderu,

Berdirilah sosok pemimpin luhur, tegak laksana karang yang menyatu padu.

Bapak Tirto namanya, terukir indah dalam prasasti sanubari dan hati,

Membawa lentera terang benderang, menyinari setiap sudut ruang edukasi.

​Sebagai nakhoda utama di lautan Dinas Pendidikan yang sungguh luas,

Beliau mengemban amanah suci, menepis ragu, membuang segala rupa cemas.

Bukan sekadar jabatan fana yang bertahta di atas kursi megah,

Melainkan panggilan murni jiwa untuk mencerdaskan anak di setiap langkah.

 

Dari ruang kelas yang sederhana hingga sekolah yang menjulang tinggi,

Jejak langkahnya terus menggaung, menebar bakti yang tak pernah sunyi.

​Dahulu, aksara suci mungkin hanya deretan tanda yang lama terabaikan,

Kertas-kertas putih membisu, menunggu tangan hangat untuk kembali meramaikan.

Namun dengan visi yang tajam, menembus batas cakrawala sang waktu,

Beliau hembuskan ruh kehidupan pada setiap makna, pada setiap buku.

Digerakkannya jemari lentik, dibukanya mata, dihidupkannya kembali murninya nurani,

Agar generasi bangsa ini tak buta dunia, lekas berani meraih mimpi.

 

​Gelar "Bapak Literasi" bukanlah semata pepesan kosong tiada makna belaka,

Itu adalah mahkota agung perjuangan dari keringat dan cipta karsa.

Bagaikan hujan rintik yang turun membasahi tanah yang lama gersang,

Gagasan cerdas beliau menumbuhkan tunas-tunas pemikiran yang sangat cemerlang.

Sudut-sudut baca kini mekar mewangi di setiap penjuru kota udang,

Membawa anak bangsa merajut mimpi, terbang angkasa yang terang benderang.

​Para pendidik bersorak riang, menemukan kembali gairah yang sempat pudar,

Siswa-siswi tersenyum manis, merangkai asa di atas lembaran yang mekar.

Kisah-kisah luhur ditorehkan, puisi dilantunkan, ilmu pengetahuan dirayakan megah,

Oleh tangan dingin seorang Tirto, rantai kebodohan perlahan mulai pecah.

Beliau ajarkan dengan sabar bahwa membaca adalah kunci pintu semesta,

Dan menulis adalah cara mulia kita mengabadi, meninggalkan jejak nyata.

​Di bawah kepak sayap kepemimpinannya yang bijaksana, adil, dan teduh,

Kabupaten Sidoarjo perlahan menjelma taman aksara yang berdiri sangat kukuh.

Setiap kalimat bermakna yang dibaca adalah pelita di gulita malam,

Setiap paragraf indah yang dipahami adalah jangkar di lautan dalam.

 

Pak Tirto menyulam benang-benang literasi menjadi sebuah permadani kebanggaan,

Menyelimuti putra-putri daerah tercinta dengan kehangatan cahaya ilmu pengetahuan.

​Kini, lihatlah bersama bagaimana delta ini bernapas dengan kosa kata,

Mengeja tantangan masa depan dengan yakin, tanpa ada ragu di dada.

Terima kasih yang tak terhingga, wahai Bapak Literasi idaman,

Sang penjaga nyala api peradaban, tonggak tegak panji pendidikan.

Selama deretan buku masih dibaca dan pena menari di atas kertas,

Perjuanganmu, Bapak Tirto, akan selalu dikenang abadi, melampaui segala batas.

 

Sidoarjo,RindhyDt,13 April 2026


BIODATA PENULIS

Rindhy Dwi Tysnawati adalah seorang pendidik berdedikasi lulusan S1 Pendidikan Geografi (UNESA). Ia telah menekuni profesi sebagai guru IPS sejak tahun 2008 hingga saat ini. Kini, Rindhy mengabdi di SMP Negeri 1 Buduran sebagai Guru PPPK. Selain mengampu mata pelajaran, ia juga dipercaya mengemban amanah sebagai Koordinator Literasi. Dengan pengalaman panjang di dunia pendidikan, ia berkomitmen untuk terus meningkatkan minat baca dan wawasan sosial siswa demi mencetak generasi yang cerdas serta literat.


Previous Post Next Post