UBAH LITERASI MENJADI ASET NYATA
Oleh: Wuri Yeni
(Guru SDN Krian 3)
“Orang boleh pandai
setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam
masyarakat dan sejarah.” (Pramoedya Ananta Toer)
Meskipun fokusnya pada menulis, kutipan ini mengingatkan kita bahwa
membaca dan menulis adalah dua sisi dari moin yang sama. Tanpa membaca, tak ada
yang bisa ditulis, tanpa literasi, seseorang kehilangan identitas dan warisan
budayanya. Literasi harus dirubah dari sekadar kegiatan pasif menjadi sebuah
kekuatan penggerak.
Perubahan Paradigma Dari
Konsumsi ke Investasi
Kebanyakan orang terjebak, menganggap membaca dan menulis hanya sebagai
pengisian waktu luang, maka kita perlu mengubah sudut pandang seperti ini
·
Membaca bukan sekadar menghabiskan
halaman, melainkan sebuah proses sistematis mengidentifikasi, mengumpulkan,
menganalisis data.
·
Menulis bukan sekadar
curahan hati, melainkan produk strategi dan personal
branding
·
Literasi adalah modal yang
jika dikelola dengan benar akan memberikan imbalan hasil yang tinggi.
Literasi Sebagai Hard Skill di dunia kerja
Di era kemajuan informasi, kemampuan literasi tingkat tinggi menjadi
aset yang sangat mahal:
Aspek membaca, dalam literasi tradisional sebatas mengetahui cerita atau
isi. Sedangkan jika literasi sebagai aset berkembang pada pembedahan pola,
menganalisis dan prediksi tren. Aspek menulis, yang dahulunya sebatas merangkai
kalimat indah, kini meluas menjadi menyusun persuasi, negoisasi, dan komunikasi
strategis. Output yang dihasilkan berawal dari kepuasan pribadi, berkembang
menjadi kepercayaan (trust) dan
otoritas di bidangnya.
Konversi Literasi Menjadi
Aset
Bagaimana cara mengubah kebiasaan ini menjadi sesuatu yang menghasilkan?
A.
Membangun otoritas pribadi
Jangan
hanya membaca diam-diam. Bagikan poin penting dari apa yang anda baca. Orang
yang rajin berbagi pengetahuan akan dianggap sebagai ahli dibidangnya.
B.
Menulis sebagai alat problem solving
Gunakan
kemampuan menulis untuk membuat panduan e-book,
atau artikel yang menjawab masalah orang lain.Masalah yang terpecahkan melalui
tulisan anda adalah cikal bakal peluang karier.
C.
Memperluas jaringan melalui
literasi
Menulis memungkinkan anda
berbicara dengan ribuan orang sekaligus tanpa harus hadir secara fisik. Tulisan
yang berkualitas adalah magnet bagi kolaborator.
Langkah Aksi, Lakukan Mulai
Sekarang
Untuk mengubah literasi menjadi aset, anda memerlukan system, bukan
sekadar motivasi
1.
Input Terkurasi: Berhenti membaca konten sampah.
Pilih bacaan yang relevan dengan target masa depan Anda.
2.
Sistem Pencatatan (Second Brain): Jangan biarkan
ide hilang. Gunakan aplikasi catatan untuk membangun perpustakaan ide pribadi.
3.
Output Rutin: Tulis satu ide setiap hari.
Publikasikan satu tulisan pendek setiap minggu.
Krian, 2 Januari 2025
