
PRAKATA BUKU RESONANSI NARASI
Oleh:
Abdullah Makhrus
Alhamdulillah, rasa syukur kami haturkan kepada Allah. Atas nikmat dan
kesehatan yang dilimpahkan pada para penulis. Setelah menunggu beberapa waktu,
akhirnya kami berhasil membukukan tulisan yang terserak dari postingan di grup
Whatsapp Rumah Virus Literasi (RVL) dan Gerakan Budaya Literasi (GBL).
Tidak mudah mengajak para penulis untuk menulis, khususnya menulis
resensi. Di samping "memaksa" penulis untuk membaca satu buku secara
utuh, mereka juga harus menyajikannya dalam sebuah rangkuman disertai telaah
kritis. Tentu membutuhkan waktu dan energi yang lebih besar dari sekadar
menulis reportase atau artikel bebas lainnya.
Buku ini hadir guna mendokumentasikan setiap tulisan resensi para
penulis. Dibukukan agar tulisan mereka tidak hilang tenggelam dalam ribuan chat
karena banyaknya percakapan. Pun inilah ikhtiar kami agar setiap karya penulis
kelak menjadi legacy yang mengabadi.
Judul buku RESONANSI NARASI Bukan Sekadar Bacaan mendeskripsikan isi
buku yang diserap oleh para peresensi. Tulisan-tulisan mereka diambilkan dari saripati
buku-buku terbaik. Harapannya, tentu agar pembaca tulisan di buku ini juga akan
terprovokasi untuk ikut membaca buku yang telah disarikan para penulis.
Bagian menarik dari setiap buku yang diresensi diceritakan dengan gaya
khas masing-masing penulis. Sehingga beragam gaya penulis akan Anda temukan
dalam setiap tulisan mereka. Tentu ini akan memperkaya dan menjadi referensi
bagi Anda pembaca buku ini. Terutama
jika Anda ingin belajar menulis resensi dengan baik.
Penulis mengucapkan terima kasih pada para peresensi yang berikhtiar
memilihkan buku terbaik dengan tulisan resensi yang memukau. Kepada guru-guru
menulis kami. Ada Prof. Dr. Ngainun Naim , termasuk spesial pada dua founder
Komunitas Literasi.
Dua pendiri komunitas itu yakni Bapak Dr. Much. Koiri, M.Si selaku
founder Rumah Virus Literasi (RVL) dan Bapak Dr. Ng. Tirto Adi MP, M.Pd.
sebagai founder Gerakan Budaya Literasi (GBL). Beliau, guru-guru menulis kami,
telah sukses menularkan virus-virus literasi yang kini menyebar ke urat nadi
para anggota di setiap grup literasi.
Rasa-rasanya, kami tak perlu mencari antivirus untuk menangkal virus ini.
Karena sejatinya virus ini bukan untuk dicegah, melainkan untuk ikut
diduplikasi ke penjuru negeri. Sembari berharap setiap orang akan menjadikan
literasi menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis telah berusaha semaksimal mungkin mengorganisasi kumpulan
tulisan peresensi. Semoga pembaca bisa ikut menikmati setiap ulasan yang
tersaji dan termotivasi untuk ikut membaca suatu saat nanti.
Penulis juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua sahabat
pihak yang telah membantu hadirnya buku ini. Menanggapi setiap tulisan yang
diposting. Meskipun hanya sekadar menekan satu tombol emoticon jempol.
Sungguh, itu kami tangkap sebagai bentuk apresiasi tersendiri bagi
penulis untuk terus melahirkan karya demi karya berukutnya. Selain itu, tentu
untuk menghidupkan suasana literasi di kedua grup komunitas literasi yang luar
biasa ini.
Special thanks for peresensi. Di antaranya:
1. Becoming a Creative
Writer: Menulis itu Menjadi, Bukan sekadar Mengolah Kata_Daswatia
Astuty
2. Bukan Pentigraf Biasa_ Abdullah Makhrus
3. Berlayar Bersama Perahu Perpustakaan: Sebuah Resensi Buku_ Sri Sugiastuti
4. Majelis Ustadz Jenaka_ Farida Hanum
5.
Ketulusan sebuah Senyuman_Florentina Winarti
6.
Sastra
Mini dalam Ruang Pentigraf_Hariyanto
7.
Fa Firru Ilallah_Hernawati Kusumaningrum
8.
Orang
Hebat Berani Menulis_
Jamilatun Heni Marfu'ah
9.
Menggugat Ketentraman Palsu_Khoirun Nisak
10.
Integrasi Islam dan Ilmu Pengerahuan_Ngainun Naim
11. Membangun Semangat
Menulis dan Terbitkan Buku_Nur Sjamsuarini Pudji Astutik
12. Tips Sehat ala Rasulullah_Rita Audruyanti
13. Menertawakan Pembaca Rakus, Menghibur Hati yang
Patah_Srindaningsih
14.
Ale dan Tekadnya_Siti Nur Masrufah Dewi
15. Transformasi Pengantar Menjadi Buku_Sri Winarsih Munawaroh
16. Tapak Tilas
Penulis Berkelas_Sumintarsih
17.
Dari Film Pendek
Hingga Pandai Sikek_Achmad Fendy Rosyidin
Penulis sadar, barangkali kumpulan
tulisan ini belum sempurna dan belum bisa menampung karya seluruh penulis yang
ingin ikut berkontribusi karena keterbatasan waktu yang ada.
Karena itu
saran dari pembaca demi perbaikan karya berikutnya selalu kami nantikan. Semoga ikhtiar membukukan tulisan
resensi ini bisa menjadi trigger untuk hadirnya tulisan-tulisan berikutnya yang
tak kalah menariknya.
Selamat
membaca!