Pendar Cahaya Sang Guru
Oleh: Oleh: Didik Winarko
Ada cahaya kecil
menunggu di sudut pagi –
ia tidak minta
dilihat,
hanya ingin tetap
menyala
dan tidak butuh
dipuji.
Kita duduk di
dekatnya, diam:
mendengar bagaimana ia bercerita
tentang kejujuran yang tak pernah keras suaranya,
tentang langkah yang perlahan
namun tidak sekali pun ragu.
Di antara
bayang-bayangnya kita belajar:
bahwa menjaga amanah
adalah cara paling sederhana
untuk menjadi terang
dan terus berpijar.
Jika hari ini kita
menyalakan cahaya itu bersama,
biarlah ia tumbuh pelan,
menyusuri lorong-lorong sekolah kita:
menjadi tanda
bahwa integritas tak perlu berteriak
untuk membuat dunia percaya.
Sedati, 25 November 2025
