Mengubah Bazar Jadi "Laboratorium Hidup": Serunya Belajar Literasi dan Numerasi di SMPN 1 Tulangan

Mengubah Bazar Jadi "Laboratorium Hidup": Serunya Belajar Literasi dan Numerasi di SMPN 1 Tulangan
Oleh: Dra.Edy Suharyati

Pembelajaran semester ganjil,diakhiri dengan pengambilan raport oleh orang tua siswa. Agar orang tua bersemangat untuk hadir maka acara pengambilan raport yang diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 20 Desember 2025 di SMPN 1 Tulangan atau lebih keren dengan sebutan Spentula telah menyelenggaran gebrakan baru yang meriah yaitu dengan kegiatan  “Spentula Fair 2025”

Spentula fair 2025 menampilkan berbagai kegiatan antara lain icon unggulan kelas KKSB yaitu Jula-Juli, Pagelaran Ludruk  dan juga Bazar untuk setiap kelas. Saya ditunjuk oleh panitia kegiatan sebagai ketua juri bazar kelas.
Ternyata dari seluruh rangkaian kegiatan yang diselenggarakan,bazar yang paling meriah dan menarik banyak pengunjung baik orang tua siswa maupun siswa.Mengapa demikian? Jawabnya adalah bazar bisa menjadi laboratorium hidup,tempat praktek literasi numarasi yang menyenangkan.

Siapa bilang belajar matematika itu harus selalu di dalam kelas dengan rumus yang kaku? Di SMPN 1 Tulangan, suasana belajar berubah drastis menjadi lebih ceria dan penuh semangat. Melalui kegiatan Lomba Bazar Sekolah, para siswa tidak hanya diajak menjadi "pengusaha cilik", tetapi juga sedang mempraktikkan kemampuan literasi dan numerasi dalam bentuk yang paling nyata.

Bazar: Lebih dari Sekadar Jual Beli
Kegiatan bazar yang diadakan di halaman SMPN 1 Tulangan bukan hanya ajang pamer kreativitas kuliner. Di balik keramaian peristiwa jual beli, terdapat proses pembelajaran mendalam. Literasi dan numerasi, yang seringkali dianggap sebagai momok bagi siswa, justru hadir sebagai solusi praktis yang mereka butuhkan untuk memenangkan perlombaan.

Numerasi: Matematika yang Bisa Dimakan
Dalam bazar ini, numerasi bukan lagi soal menghitung nilai “X” atau “Y” di papan tulis. Siswa ditantang untuk:
Menghitung Modal dan Harga Jual: Mereka harus menghitung bahan baku, biaya operasional, hingga menentukan harga jual agar tetap kompetitif namun memberikan keuntungan.

Manajemen Pengembalian: Melatih kecepatan dan ketepatan menghitung uang kembalian adalah praktik aritmatika sosial yang paling dasar namun krusial.
Analisis Laba Rugi: Di akhir kegiatan, setiap kelompok harus melaporkan hasil penjualannya. Di sinilah konsep persentase keuntungan dan pengolahan data diuji secara langsung.

Literasi: Seni Komunikasi dan Persuasi
Literasi dalam bazar ini mewujud dalam bentuk Literasi Finansial dan Literasi Bahasa. Siswa SMPN 1 Tulangan belajar cara:
Menyusun Menu yang Menarik: Memilih kata-kata promosi (copywriting) yang menggugah selera pada pamflet dan papan nama stan.

Negosiasi: Berkomunikasi secara efektif dengan pembeli untuk meyakinkan mereka bahwa produk yang dijual adalah yang terbaik.

Branding Produk: Menciptakan narasi atau cerita di balik produk mereka (misalnya produk sehat tanpa pengawet) sebagai bentuk literasi informasi.

Mengapa Ini Penting?
Kepala SMPN 1 Tulangan bapak Agus Pujiono,S.Pd,M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membekali siswa dengan life skills. Di era digital, kecakapan numerasi (mengolah angka) dan literasi (mengolah informasi dan bahasa) adalah modal utama untuk bertahan dan bersaing.
Melalui bazar ini, siswa sadar bahwa apa yang mereka pelajari di buku teks memiliki fungsi nyata di dunia luar. Mereka tidak hanya belajar menjadi pintar secara akademis, tetapi juga cerdas secara sosial dan finansial.

Kesimpulan
Bazar di SMPN 1 Tulangan telah membuktikan bahwa pembelajaran yang paling berkesan adalah pembelajaran yang dialami. Dengan memindahkan "laboratorium" ke lapangan sekolah, siswa belajar bahwa angka-angka itu hidup dan kata-kata itu punya kekuatan.
Dengan kegiatan bazar merupakan pembelajaran yang membuat literasi dan numerasi menjadi lebih menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
V
Kereeeen kan?
Inilah ajang kreativitas siswa Spentula (SMP Negeri 1 Tulangan) untuk terus berinovasi. Karena dari sebuah stan kecil di bazar sekolah, mungkin saja lahir pengusaha besar dan sukses di  masa depan Indonesia.
Previous Post Next Post