
Menganalisa
Kliping Fenomena Geosfer dengan
Teknologi Digital
Oleh: Drs. Soegiarto, M.Pd.
(Guru SMAN 2 Sidoarjo
| Pengurus
GBL Bidang Diklat dan Pengkajian)
Kompetensi guru adalah kemampuan dan pengetahuan yang diperlukan
oleh seorang guru untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara efektif.
Salah satu kompetensi yang harus dimiliki seorang guru adalah kompetensi pedagogik
yang meliputi penguasaan materi yaitu guru
harus memiliki pengetahuan yang mendalam tentang materi yang diajarkan;
Kemampuan mengajar yaitu guru harus
memiliki kemampuan untuk mengajar dan memfasilitasi proses belajar siswa.
Salah satu bentuk kompetensi pedagogik adalah dengan memberi tugas
yang bisa disajikan pada siswa adalah Kliping.Kliping dapat merujuk pada proses
memotong atau menggunting artikel, gambar, atau informasi lainnya dari sumber
media, seperti koran, majalah, atau internet untuk keperluan tertentu.
Dalam tulisan kali ini penulis membatasi topik kliping terkait
dengan fenomena alam atau fenomena geosfer yang akhir-akhir ini viral di media
cetak, media Televisi maupun di media sosial online.
Tujuan membuat kliping dapat bervariasi tergantung pada konteks dan
kebutuhan. Berikut beberapa tujuan umum membuat kliping: Kliping dapat
digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang topik tertentu dari berbagai
sumber.Dengan membuat kliping, kita dapat memiliki catatan yang sistematis dan
mudah diakses tentang informasi yang relevan.
Kliping dapat digunakan untuk membuat ringkasan tentang topik
tertentu dengan mengumpulkan informasi yang relevan. Dengan membuat
kliping, dapat memiliki gambaran yang
lebih jelas tentang topik yang sedang dipelajari. Kliping dapat digunakan untuk
mengarsipkan informasi yang penting dan relevan.Dengan membuat kliping, dapat memiliki catatan yang sistematis dan
mudah diakses tentang informasi yang penting.
Setelah memiliki kliping maka
langkah selanjutnya adalah proses analisa topik kliping dengan menggunakan
teknologi digital. Sebagai contoh menganalisa kliping fenomena geosfer terkait
terjadinya bencana tanah longsor di daerah kota Batu maka dapat digunakan
teknologi digital.
Teknologi digital adalah teknologi yang menggunakan sinyal digital
untuk mengolah, menyimpan, dan mengirimkan informasi. Contoh teknologi digital
antara lain: Komputer, perangkat yang dapat memproses informasi digital;
Internet, yaitu jaringan global yang menghubungkan komputer dan perangkat
lainnya.serta Smartphone, perangkat mobile yang dapat mengakses internet
dan menjalankan aplikasi.
Salah satu aplikasi yang ada di Smartphone adalah Google
Earth, aplikasi ini memiliki salah satu fitur yaitu Peta historis: lihat
perubahan peta dari waktu ke waktu; penampakan geosfer/ penampakan alam ,
vegetasi , dan topografi suatu wilayah.
Google Earth dapat digunakan untuk
berbagai keperluan, seperti: pendidikan: sebagai alat pembelajaran geografi;
dan sebagai alat penelitian untuk mempelajari fenomena geografis.
Beberapa cara menganalisa fenomena geosfer dengan Google Earth:
Identifikasi Pola Geografis; melihat citra satelit dan peta
topografi.Identifikasi pola geografis seperti gunung, lembah, dan Sungai.
Analisis Perubahan Lahan. Gunakan fitur "Historical Imagery"
untuk melihat perubahan lahan dari waktu ke waktu. Analisis perubahan
penggunaan lahan, deforestasi, atau perubahan lingkungan lainnya, sehingga
dapat memetakan area rawan bencana
seperti gempa bumi, banjir, atau tanah longsor.Analisis faktor-faktor yang
mempengaruhi risiko bencana, seperti topografi dan pola cuaca.
Dengan menggunakan Google Earth sebagai bagian dari teknologi
digital, maka kita dapat menganalisis fenomena geosfer hasil kliping dengan
lebih efektif dan efisien.