MEMANFAATKAN BARANG BEKAS SEBAGAI MEDIA AJAR DI KELAS BAWAH

 


MEMANFAATKAN BARANG BEKAS SEBAGAI MEDIA AJAR DI KELAS BAWAH

 Oleh: Wuri Yeni

(Guru SDN Krian 3)

 

Sering kali kita sebagai guru merasa bahwa media pembelajaran yang berkualitas haruslah mahal atau dibeli di toko alat peraga. Keterbatasan biaya bukanlah penghalang kreativitas seorang guru. coba kita bayangkan sejenak. Apa yang biasanya kita lakukan dengan tutup botol plastik, gulungan tisu, atau kardus susu yang kosong? 

Kebanyakan dari kita mungkin akan langsung membuangnya. Akan tetapi, bagi seorang guru kelas bawah, benda-benda itu adalah harta karun. Mengapa? Karena di tangan kreatif seorang guru, benda-benda tersebut bisa menjadi jembatan bagi siswa-siswi kita untuk memahami dunia. Memanfaatkan barang bekas sebagai media ajar akan membawa seorang guru akan belajar bahawa mengajar itu tidak harus mahal, tetapi harus bermakna.

 

Mengapa Menggunakan Barang Bekas?

Efisiensi biaya: menciptakan alat peraga edukatif (APE) tanpa anggaran besar.Ramah lingkungan: mengajarkan konsep reuse dan recyle kepada siswa sejak diniKekuatan visual: anak kelas bawah (faseA) belajar paling baik melalui benda kongkret yang bisa di pegang. Melatih motorik: proses pembuatan media melibatkan aktivitas fisikyang melatih otot tangan siswa.

 

Beberapa Ide Media Ajar Berdasarkan Mata Pelajaran

1.    Bahasa Indonesia

·      Tutup botol alfabet: menulis huruf di tutup botol untuk melatih menyusun kata

·      Kotak baca (kardus bekas): membuat celah pada kardus untuk memasukkan kartu kata

·      Pohon dan ranting: ranting pohon kering yang digantungi potongan kertas berbentuk daun berisi kosakata baru.

·      Ronce huruf (kardus bekas, sedotan): huruf di kardus bekas yang belakangkanya di beri sedotan untuk melatih menyusun kata . huruf- huruf tersebut dironce dengan tali yang di masukkan melalui sedotan di belakang huruf

2.    Matematika

·      Spinner bilangan: menggunakan kerdus bekas yang dibentuk papan spinner yang telah di beri beberapa bilangan, untuk menyebutkan lambang bilangan atau nama bilangan.

·      Gelas satuan dan puluhan: menggunakan gelas plastic bekas dan stikes krim untuk belajar nilai tempat

·      Papan penjumlahan tutup botol: menggunakan papan kardus dan tutup botol sebagai alat hitung manual.

·      Jamdinding kardus: belajar mengenal waktu dengan jarum jam dari sisa karton

3.    Seni dan IPAS.

·      Teropong gulungan tisu: untuk simulasi pengamatan alam yang fokus pada obyek tertentu.

·      Diorama: dari kardus bekas mengamati siklus hidup hewan.

 

Tips Agar Media Ajar Tahan lama

Laminasi sederhana menggunakan lakban bening untuk melapisi kertas atau kardus agar tidak mudah sobek dan kotor. Bisa juga dengan pewarnaan, menggunakan cat atau sisa kertas kado agar tampilan barang bekas terlihat mewah sehingga akan menjadi daya tarik perhatian siswa. Cara penyimpanan bisa menggunakan wadah plastik atau rak khusus agar media tidak tumpuk dan rusak 

"Media ajar terbaik bukanlah yang termahal, melainkan yang paling mampu membuat mata siswa berbinar dan tangan mereka bergerak untuk mencoba."

Krian, 29 Desember 2025

Previous Post Next Post