Esports dan Kualitas Pendidikan


Esports dan Kualitas Pendidikan

Oleh: Drs. Soegiarto, M.Pd.

(Guru SMAN 2 Sidoarjo | Pengurus GBL Bidang Diklat dan Pengkajian)

 

Akhir- akhir ini di setiap sudut mulai dari lingkungan pusat perbelanjaan (di mal), di warung kopi di kampung-kampung, di café ( tempat  yang menyediakan makanan dan minuman  ringan dan tempat bertemu teman atau keluarga), di taman alun-alun bahkan di lingkungan sekolah para Gen Z main game Esports.

Esports bak jamur tumbuh di musim hujan. Bahkan Esports temasuk cabang olah raga yang diakui secara resmi untuk dipertandingan dalam Sea Games (South East Asian Games, yaitu ajang pertandingan olah raga regional yang diikuti oleh negara-negara di Asia Tenggara.

Karakterikstik ESport

 Esports (Electronic Sports) adalah bentuk kompetisi yang menggunakan permainan video (game) sebagai sarana kompetisi. Esports melibatkan pemain-pemain yang terampil dan terlatih untuk bersaing dalam turnamen dan kompetisi, secara online.

Permainan/ game esports memiliki beberapa karakteristik, seperti: melibatkan kompetisi antara pemain-pemain atau tim-tim yang berbeda; menggunakan permainan video sebagai sarana kompetisi;

memerlukan keterampilan dan strategi yang tinggi dari pemain-pemain; serta memiliki komunitas yang besar dan aktif, dengan penggemar dan pemain-pemain yang berinteraksi dan berbagi pengalaman.

Esports telah berkembang menjadi industri yang besar dan populer, dengan turnamen-turnamen besar, hadiah yang besar, dan penonton yang banyak. Beberapa contoh game esports yang populer adalah League of Legends, Dota 2, dan Overwatch.

Game esports memang semakin populer di kalangan Gen Z Indonesia. Beberapa game yang paling diminati adalah :

·         Mobile Legends Bang Bang: Game MOBA ini sangat populer di Indonesia, dengan turnamen besar seperti MPL Indonesia dan M World Championship yang menarik perhatian banyak penonton. Game ini menawarkan gameplay yang seru dan strategi yang kompleks, membuatnya disukai oleh banyak pemain.

·         PUBG Mobile: Game battle royale ini juga sangat populer di Indonesia, dengan turnamen seperti PUBG Mobile Pro League dan PMGC yang menawarkan hadiah besar. Game ini menawarkan pengalaman bermain yang menegangkan dan kompetitif.

·         Free Fire: Game battle royale lainnya yang populer di Indonesia adalah Free Fire. Game ini menawarkan gameplay yang cepat dan seru, serta turnamen seperti FFIM dan FFWS yang menarik perhatian banyak pemain.

·         Valorant: Game FPS ini juga semakin populer di Indonesia, dengan turnamen seperti Valorant Challengers Indonesia yang menawarkan kesempatan bagi pemain untuk bersaing dan memenangkan hadiah.

·         Dota 2: Game MOBA klasik ini masih memiliki komunitas yang kuat di Indonesia, dengan turnamen seperti The International yang menawarkan hadiah besar.

Dengan dukungan teknologi yang semakin baik dan akses internet yang semakin luas, game esports semakin mudah dijangkau oleh banyak orang. Selain itu, komunitas esports di Indonesia juga semakin berkembang, dengan banyak turnamen dan acara yang diadakan secara rutin.

Esports memiliki akar yang kompleks dan berkembang dari berbagai negara dan komunitas.

Beberapa negara yang sering disebut sebagai pelopor esports modern antara lain:

·         Korea Selatan: Korea Selatan sering dianggap sebagai salah satu negara yang memelopori esports modern. Negara ini memiliki infrastruktur esports yang kuat, liga profesional, dan pemain-pemain top dunia.

·          Amerika Serikat: Amerika Serikat juga memiliki peran besar dalam perkembangan esports, dengan banyak turnamen besar dan liga profesional seperti Major League Gaming (MLG) dan ESL.

·         Cina: Cina adalah salah satu pasar esports terbesar di dunia, dengan banyak pemain top dan tim profesional. Negara ini juga telah menjadi tuan rumah bagi banyak turnamen esports internasional.

·         Eropa: Eropa juga memiliki komunitas esports yang kuat, dengan banyak negara seperti Swedia, Jerman, dan Polandia yang melahirkan pemain-pemain top dan tim-tim profesional.

Dampak  Game Esports terhadap Kualtas Pendidikan

Esports telah berkembang menjadi industri global yang melibatkan banyak negara dan komunitas , Umumnya pemain Esports mempunyai sifat:

·         Kecanduan: Bermain game secara berlebihan dapat menyebabkan kecanduan, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental.

·          Isolasi Sosial: Pemain esports mungkin menghabiskan waktu lama di depan layar, sehingga mengurangi interaksi sosial dengan orang lain.

·         Kesehatan Fisik: Kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti obesitas, gangguan mata, dan gangguan postur tubuh.

·          Stres dan Tekanan: Persaingan yang ketat dan tekanan untuk menang dapat menyebabkan stres dan tekanan mental pada pemain e-Sport.

 

Sementara itu, di dunia pendidikan di Indonesia mengalami masalah yang sangat serius, diantaranya ada kebijakan bahwa semua siswa harus naik kelas. Tampilnya tayangan berita yang tampil di televisi atau youtube, terjadi pegeseran  nilai sikap dan perilaku siswa terhadap guru.

Perundungan antar siswa, tawuran antar pelajar, ada siswa  tidur di dalam kelas saat pelajaran, SMA tidak lancar membaca, tulisan siswa SMA kecil-kecil dan tidak jelas sehingga sulit dibaca. Ada siswa SMA tidak bisa berhitung, baik penambahan , perkalian, apalagi pembagian , akar kuadrat , apalagi trigonometri dan integral.

Ada teriakan histeris dan bergemuruh  sebagai pernyataan rasa kepuasan tersendiri bagi penonton pendukung salah satu tim pemain esports dan tim pemain esports itu sendiri. Teriakan itu bahkan lebih kuat ketimbang mereka mendapat nilai seratus dalam ulangan di seekolah.

Kehadiran Esports di tengah-tengah dunia pendidikan perlu mendapat perhatian semua pihak. Hal-hal yang perlu diperhatikan dampak negatif esports terhadap dunia pendidikan , antara lain:

·         Gangguan Kesehatan: Siswa cenderung menggunakan uang saku untuk membeli pulsa internet  untuk bermain esports daripada untuk membeli makanan. Sehingga ini akan mengganggu metabolism mereka.

·         Gangguan belajar: Terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk bermain game esports dapat mengganggu proses belajar dan prestasi akademik.

·         Ketergantungan: Esports dapat menyebabkan ketergantungan pada game dan berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik.

·         Perilaku agresif: Beberapa game esports dapat mempromosikan perilaku agresif dan kompetitif yang tidak seimbang.

·         Mudah marah , kecewa terutama sedang asyik bermain esports, ada perintah dari guru  untuk melakukan sesuatu yang dianggap mengganggu kegiatan mereka.

Previous Post Next Post