Bongkar Rahasia Agar Tulisan Opini Dimuat di Media (1).


Bongkar Rahasia Agar Tulisan Opini Dimuat di Media (1).

Oleh: Abdullah Makhrus

“…jika ingin dikenang sepanjang hidup maka pilihannya adalah menjadi mubaligh. Namun jika ingin dikenang sepanjang masa maka pilihannya menjadi penulis. (Prof. Ngainun Naim)

 

Setiap hari kita akan selalu berkutat dengan masalah. Namun, tidak semua orang bisa menyelesaikannya dengan solusi yang tepat. Ada seseorang yang memiliki ide cerdas untuk menyelesaikannya. Namun, sayangnya terkadang ide itu pun tidak pernah teralisir.

Apa sebabnya? Karena ide itu berhenti di kepala seseorang. Tidak pernah disampaikan pada saluran yang tepat. Padahal ada kanal yang mampu menjembatani solusi yang dia pikirkan. Solusi itu berupa TULISAN.

Begitu pun seorang guru. Ia kerap menemukan banyak sekali persoalan yang dihadapi. Misalnya: Beban administrasi guru, literasi siswa, Teknologi (HP, AI, media sosial), Pendidikan , karakter, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Berangkat masalah-masalah seputar pendidikan itulah, Forum Silaturahmi dan Komunikasi Kepala Sekolah Muhammadiyah (FOSKAM SD/MI Jawa Timur melakukan kolaborasi dengan Jawa Pos.

Salah satu aksi nyata yang dilakukan FOSKAM adalah dengan mengadakan Pelatihan Menulis Opini yang dilaksanakan pada  15  Agustus 2026 di SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Ketua FOSKAM, Bapak Edy Susanto M.Pd mengungkapkan, “Kami mengundang ahli menulis dari Jawa Pos agar teman-teman guru lebih kompeten dalam menuangkan gagasan.”

Selanjutnya, Andri Teguh Pryantoro (Redaktur Jawa Pos) hadir sebagai narasumber memaparkan materi dalam penulisan opini dengan sangat apik.

Beberapa poin penting mengapa tulisan opini Anda layak dimuat. Apa saja struktur dan bahasa dalam menulis opini. Kesalahan umum yang membuat tulisan kita tidak dimuat di surat kabar.

Oke, kita coba langsung kupas. Pelan-pelan saya ulas, agar materi yang cukup banyak ini mudah dicerna oleh pembaca yang budiman.  

Pertama, kita perlu memahami. Apa yang dimaksud dengan tulisan opini? Opini merupakan tulisan yang memiliki ciri khas. Ia menyajikan pandangan, analisis, atau sikap penulis terhadap suatu isu aktual.

Ini sangat berbeda dengan tulisan berita, yang bersifat netral dan faktual. Opini boleh (bahkan harus) memiliki posisi yang jelas, didukung argumen, data, dan logika yang kuat.

Ciri khusus yang dimiliki tulisan opini lebih lanjut harus mampu menafsirkan fakta (mengapa dan apa maknanya). Memiliki sikap/posisi, mengutamakan argumentasi. Penulis menjadi pusat gagasan dan lebih banyak menceritakan tentang “Apa yang seharusnya dilakukan?".

Kedua, mengapa menulis opini ini penting dilakukan oleh guru?  Kita perlu mengingat bahwa guru adalah salah satu agen perubahan. Mereka  adalah pakar di bidang pendidikan karena menjalani tugasnya secara profesional selama bertahun-tahun.

Selanjutnya, opini guru mampu memengaruhi kebijakan (pemerintah pusat hingga daerah) sekaligus Mampu membentuk opini publik.

Yang lebih penting, dengan menulis opini, guru mampu melatih kemampuan berpikir kritis, analisis, dan komunikasi publik. Bukankah hal itu yang sering kita latihkan kepada anak didik kita?

Jika kita sering melatih murid kita, kenapa kita tidak mempraktikkan sendiri? Mencontohkan lebih dulu, itu manjadi bukti bahwa kita bukannya generasi NATO(Not Action Talk Only) alias “omon-omon”. Ini pula  yang menjadikan kita layak dijadikan teladan bagi murid kita.

Apalagi banyak media, seperti Jawa Pos, kini  selalu membuka lebar ruang bagi guru, yang ingin menulis opini berkualitas. Kesempatan inilah yang kita manfaatkan sebagai alat ukur untuk meningkatkan profesionalisme kita sebagai guru.

Perlu diketahui, ada beberapa hal penting agar tulisan opini kita layak dimuat di media cetak/online.

Pertama, ada persoalan.  Tulisan opini Anda harus membicarakan sesuatu yang penting. Terutama pada tema-tema yang acapkali ditemui guru. Misalkan, hubungan murid-orang tua-guru, beban administrasi, literasi, teknologi di ruang kelas, dll.

Kedua, ada sikap. Tulisan Anda harus berani mengatakan bahwa "Saya berpihak pada gagasan ini." Karena saya memiliki alasan dan penjelasan logis dan bisa mudah dipahami oleh pembaca.

Ketiga, ada argumentasi. Tulisan jangan sekadar menyampaikan ide Anda. Namun, harus mampu menjelaskan mengapa argumen Anda menjadi penting. Apa masalahnya, akibatnya, dan apa yang harus dilakukan sebagai gagasan solusi dari Anda.

Keempat, ada kebaruan. Tulisan harus mampu menghadirkan perspektif baru, pengalaman baru, contoh baru, cara melihat masalah yang berbeda. Jangan sekadar banyak menyadur, menyalin ide orang lain atau hanya memindahkan tulisan dalam buku-buku teori yang ada. Akan tetapi, minim orisinalitas ide dari Anda.

Kelima, relevan dengan pembaca. Anda harus mampu memberikan perspektif dan membuat pembaca tulisan mengatakan "Mengapa saya perlu peduli dengan masalah yang diangkat tulisan ini?"

Keenam, Menawarkan solusi. Tulisan yang Anda hadirkan, jangan hanya membuka borok masalah yang ada. Akan tetapi, Anda perlu menghadirkan solusi dan menjawab "apa yang harus dilakukan?" sebagai gagasan Anda.

Lantas, bagaimana struktur tulisan dan kesalahan-kesalahan umum saat menulis opini di media? Akan saya jelaskan di tulisan berikutnya. 

Stay tuned for the next episode!"



Sidoarjo, 30 Agustus 2026



Biodata Penulis

  1. Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 1-2
  1. Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 3-4
  1. Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 5-6

Sidoarjo, 30 Juni 2026

Abdullah Makhrus, M.Pd.

Seorang Writer-Trainer-Teacher. Pengajar di SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo. Kepala Bimbingan Belajar Matematika SD "Az Zahro“. Ketua Gerakan Budaya Literasi(GBL) Sidoarjo dan Sekretaris Rumah Virus Literasi(RVL). Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sidoarjo. Buku yang pernah di tulis 4 Buku Solo, 3 E-book, dan 13 Buku Antologi:

Karya Buku Solo

1 Pesan 1 Peristiwa.

2. Rahasia 15 Menit Membuat Blog dan Website Pribadi Bagi Pemula

3. Prau Dolanan Fatih

4. Menang Amarga Cangkang

Karya Ebook

Pernah mendapatkan penghargaan penulis artikel di Jawa Pos berjudul Belajar Matematika dengan Nalar pada lomba Artikel Untukmu Guru 2008. Tulisannya pernah dimuat di harian Republika berjudul Menemukan Motivator Terbaik.  Di Jawa Pos dengan Judul: Belajar Matematika dengan Metode Nalar(16 Februari 2008) dan  Melatih Murid Menyampaikan Data Valid.(24 Agustus 2026).  Tulisan lainnya juga beberapa kali dimuat di Tabloid PENA Dinas Pendidikan Sidoarjo dan www.gblsidoarjoberkarya.com. Penulis bisa dihubungi di 081333148884. www.abdullahmakhrus.com

Previous Post Next Post