OASIS LITERASI

OASIS LITERASI

Oleh: Abdullah Makhrus

“Pendidikan karakter itu tidaklah untuk diajarkan apalagi di-teori-kan. Tetapi keteterampilan softskill itu perlu dilakukan dalam hidup dan kehidupan keseharian.” (Dr. Ng. Tirto Adi MP., M.Pd)

SIAPA diantara Anda yang belum mengenal Bapak Dr. Ng. Tirto Adi MP., M.Pd? Jika Anda belum mengenalnya, tenang saja. Sejatinya saya juga tidak terlalu mengenal beliau sebelum bergabung di Komunitas Gerakan Budaya Literasi (GBL) Sidoarjo.

Saya mengenal beliau saat pertama mengikuti kegiatan Pelatihan Menulis di BPMTV Sedati Sidoarjo. Pelatihan yang menghadirkan penulis senior Dr. Much Khoiri, M.Si(Dosen Unesa, Founder Rumah Virus Literasi(RVL)) dan Eko Prasetyo(Pemred Mediaguru).

Dari pelatihan ini akhirnya saya berinteraksi dengan teman-teman penulis Sidoarjo. Melalui grup GBL ini pula, saya mulai belajar bertahap ilmu menulis dengan mengamati tulisan teman-teman penulis.

Berkenalan dengan banyak penulis, membuat saya akhirnya tercebur di dunia penulisan. Termasuk mulai mengenal sosok founder Gerakan Budaya Literasi (GBL) yaitu Pak Tirto dari tulisan beliau yang hampir setiap bulan menghiasi di halaman opini Jawa Pos. Tulisannya selalu menginspirasi dan aktual sesuai fakta yang sedang terjadi. Dari beberapa tulisan yang saya posting akhirnya saya diberikan kesempatan berkenalan dengan beliau.

Ya, begitulah awal mula perkenalan saya dengan beliau. Ibaratnya sebagaimana perumpamaan yang pernah disitir oleh Rasulullah:

Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)


Saya lebih banyak mengenal beliau sebenarnya dari referensi buku yang saya baca. Salah satu bukunya pernah diulas pada kegiatan bedah buku yang diselenggarakan GBL berjudul Membingkai Mimpi, Menuai Harapan.

Melalui buku ini saya jadi tahu bahwa nama populer beliau adalah Ng. Tirto Adi MP. Banyak teman yang bertanya, apa arti Ng. dari nama beliau? Saya kira beliau adalah keturunan raja atau bangsawan. Ada yang beranggapan bahwa “Ng” itu artinya Ngabehi.  Sebuah gelar kebangsawanan Jawa yang umumnya diberikan kepada pejabat pemerintahan, bangsawan tinggi, atau pengelola daerah pada masa lalu.

Namun, ternyata, “Ng” merupakan singkatan dari nama ayahnya yaitu Alm. Bapak Ngatemin dan MP adalah singkatan dari nama Ibundanya yaitu Almh. Muka’iyah.  Terlahir  dalam kondisi keluarga yang sederhana. Dari 11 bersaudara, hanya Pak Tirto Adi berhasil menyelesaikan pendidikan Strata Tiga(S-3).

Nama Tirto Adi dinisbahkan dari bahasa Sansekerta. Tirto yang artinya air (perwita) dan Adi artinya suci atau baik. Jadi Tirto Adi artinya air suci dan/atau air yang baik. Sehingga nama Tirto Adi nantinya diharapkan mampu menjadi air suci atau air baik yang dapat memberikan ngombe marang wong kang ngelak (memberikan minum pada orang yang kehausan).

Tentu pemberian nama itu menjadi doa agar beliau menjadi oasis, yang menurut makna (KBBI) adalah daerah di padang pasir yang berair cukup untuk tumbuhan dan permukiman manusia; wahah;  tempat, pengalaman, dan sebagainya yang menyenangkan di tengah-tengah suasana yang serba kalut dan tidak menyenangkan di tengah padang tandus.

Maka, siapa saja yang sudah pernah bertemu dengan Pak Tirto, rasanya merasakan efek doa itu saat berinteraksi dengan beliau.

Pak Tirto memulai pekerjaannya menjadi guru mulai tahun 1988 di SMA Sunan Giri Menganti Gresik. Karena prestasi beliau, karirnya beranjak membawanya menjadi kepala sekolah berprestasi hingga melejitkan karirnya menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 2022-2026.

Jejak-Jejak Literasi

Dalam literasi tulis, Pak Tirto merupakan penulis tiga zaman. Mulai menggunakan mesin ketik manual yang bersuara cukup keras. Kemudian menggunakan Personal Computer(PC), dan komputer jinjing atau laptop.

Kemampuan literasinya sudah terasah sejak menjadi mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Surabaya.  Menulis artikel di kampus dan koran seolah sudah menjadi “lauk pauk” kesehariannya. Termasuk menulis di redaksi koran di Surabaya (Jawa Pos, Surya, Memorandum, Surabaya Pos, Karya Dharma, Bhirawa) dan harian nasional, Kompas.

Tahun 1989 ketika media masa masih minim, tulisan beliau sudah berhasil menembus dan menghiasi halaman Opini Jawa Pos bertajuk Melestarikan Bumi. Beliau juga mahir menulis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Bentuk tulisan yang acapkali dihindari oleh guru.

Tulisan-tulisan opini beliau begitu banyak bertebaran di media cetak. Jika saya rangkum dari buku A Good Leader Is A Good Reader, terdapat 55 tulisan opini beliau yang tersebar di Jawa Pos, Majalah Pendidikan Jawa Timur, Tabloid Pendidikan PENA Sidoarjo, maupun Jurnal Ilmiah Edukasi (JIE).

Tulisan itu ditayangkan mulai 5 Mei 2014 hingga November 2017. Jadi, jika dirata-rata, maka ada 1-2 tulisan tayang di media-media tersebut. Yang terbanyak dimuat di harian Jawa Pos. Jika mau dihitung sampai tahun 2026, tentu lebih banyak lagi dan rasanya saya tak mampu menghitungnya.

Beliau telah menulis lebih dari 260 artikel terpublikasi. Selain itu, sudah dihasilkan 34 buku (Solo dan Antologi), di antaranya buku:  A Good Leader Is A Good Reader [Jejak Pemikiran dan Inspirasi Penggerak Literasi] (Penerbit Pagan Press, 2018); dan Sense of Culture [Spektrum Pemikiran dalam Pemajuan Kebudayaan] (Nizamia Learning Center, 2020).

Penghargaan bidang literasi maupun prestasi akademik luar biasa banyaknya. Beliau berhasil meraih 31 penghargaan/kejuaraan tingkat Kabupaten/Provinsi/Nasional, di antaranya: Juara 1 LKTI Tk Nasional, Integrasi Imtaq-Iptek (2001); Juara 3 Kepala Sekolah (SMP) Berprestasi Tk Nasional (2008); Peserta Terbaik Diklatpim III (Pejabat Eselon 3) Angkatan 197 Provinsi Jawa Timur (2012) berkesempatan Studi Visit ke Malaysia.

Pernah mendapat penghargaan sebagai penulis terbaik dari majalah Media Pendidikan Provinsi Jawa Timur tahun 2023.  Tokoh Penggerak Literasi Sidoarjo (2023) dari Radar Sidoarjo, penghargaan sebagai Bapak Literasi Sidoarjo (2022) dari Harian Bhirawa, dan masih banyak lagi.

Di bawah kepemimpinan beliau di bidang pendidikan, Sidoarjo berhasil meraih pemecahan Rekor MURI pada Pemecahan rekor MURI di Aksi GBL 29 Januari 2016. Meraih rekor MURI lagi di FLS (Festival Literasi Sidoarjo) tahun 2022. Beliau mampu mengorganisir  15.812 karya guru dan siswa berupa cerpen, puisi, dan surat yang ditulis dalam 284 judul buku. Selain itu, terdapat 283 judul buku yang dihasilkan mandiri oleh siswa dan guru. Sehingga total buku yang dihasilkan ada 567 judul buku.

Pada FLS (Festival Literasi Sidoarjo) tahun 2023 juga berhasil meraih Rekor MURI ketiga kalinya. Dengan capaian keberhasilan mengumpulkan guru dan siswa menciptakan karya sebanyak 4.764 Video Konten Literasi Digital.

Berkepribadian Sangat Baik

Ada 14 fakta kepribadian beliau yang bisa dirangkum di buku  Membingkai Mimpi, Menuai Harapan. Di antaranya, beliau selalu berpenampilan rapi, kutu buku, murah senyum dan santun berbicara. Selain itu beliau pandai dan kritis, disiplin, menjaga kebersihan diri, bersikap formal dan cenderung individualis, religius, jika tidak suka sesuatu ia diam dan cuek. Berjiwa kepemimpinan yang menyemangati, melaksanakan tugas dengan tanggung jawab dan amanah. Termasuk komitmen dan konsisten dalam ucapan, perilaku, dan kegiatan.

Penulis ingin menambahkan satu hal yang penilaian lain. Beliau sangat menghargai kerja keras orang lain. Terbukti penulis dan teman-teman pengurus GBL yang terlibat menjadi panitia kegiatan sering kali dihargai dengan cara mengedifikasi dan mengapresiasi kerja para pengurus GBL pada saat menyelenggarakan kegiatan di hadapan semua peserta sebelum kegiatan pelatihan maupun workshop dibuka dengan sambutan beliau.

Sebuah penghargaan tulus yang mengobati lelahnya menjadi panitia kegiatan yang sering kali berkejaran dengan deadline waktu guna menyukseskan kegiatan-kegiatan literasi tersebut. Inilah bukti bahwa beliau sangat “memanusiakan” manusia dalam interaksi sosial, menghargai kerja keras orang lain.

Ucapan Terima Kasih dan Harapan

Saya mengucapkan terima kasih banyak atas sumbangsih ilmu literasi terutama cara menulis opini di media yang beliau bagikan kepada kami sebagai panitia dan peserta dalam setiap kegiatan pelatihan/workshop literasi.

Terutama, saat beliau mengupas habis dan totalitas membagian ilmu kepenulisan di Writing Camp Workshop Literasi bertema Mozaik Kearifan Lokal Satuan Pendidikan Delta yang digelar pada 16–17 Februari 2026 di Villa Graha Umsida (universitas Muhammadiyah Sidoarjo) Trawas, Kabupaten Mojokerto.


Pada kegiatan ini sekaligus dilakukan penandatanganan MoU yang merupakan momentum penting dan menjadi tonggak kerja sama strategis antara GBL dan Umsida.


Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk mengembangkan program literasi secara terstruktur.

Terakhir, sebenarnya tidak banyak harapan saya pada Pak Tirto, orang nomor satu dalam bidang pendidikan di Sidoarjo. Saya hanya berharap satu saja secara khusus kepada Pak Tirto. Agar sebelum  masa jabatan beliau berakhir, saya ingin sekali Pak Tirto mengucapkan terima kasih baik secara lisan ataupun tertulis pada pimpinan/kepala sekolah saya.

Mengapa? Karena kepala sekolah dan pimpinan sekolah saya telah berkenan mengizinkan saya untuk bisa beberapa kali harus meninggalkan kelas ketika harus melaksanakan beberapa kegiatan literasi melalui GBL. Termasuk pada kepala sekolah-sekolah lain yang sudah mensupport suksesnya kegiatan GBL.

Tanpa seizin dan support dari pimpinan/kepala sekolah, saya mungkin tidak bisa bergerak secara leluasa membantu menyukseskan program dan kegiatan-kegiatan literasi melalui GBL di Sidoarjo. Semoga harapan kecil ini terwujud sebelum beliau menyelesaikan tugas beliau sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo.

Sekaligus menjadi sebuah harapan agar upaya sinergi ini bisa terus berkelanjutan antara Dinas Pendidikan dan sekolah-sekolah. Terutama yang selama ini sudah mensupport dan menugaskan guru-gurunya untuk bisa berkontribusi hadir dan menyukseskan setiap agenda kegiatan literasi di Kabupaten Sidoarjo. 

Saya berdoa semoga pak Tirto tetap sehat dan terus berkarya melalui tulisan. Tetaplah menjadi oasis literasi di Sidoarjo dan semua penggerak literasi di Indonesia. Karena penulis tidak mengenal purnatugas. Penulis sejati akan terus menulis hingga akhir tutup usia. Bukankah begitu?!


Sidoarjo, 13 April 2026


Biodata Penulis

Abdullah Makhrus, M.Pd. 

Seorang Writer-Trainer-Teacher. Pengajar di SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo. Ketua Gerakan Budaya Literasi(GBL) Sidoarjo dan Sekretaris Rumah Virus Literasi(RVL). Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sidoarjo. Buku yang pernah di tulis 3 Buku Solo, 3 E-book, dan 14 Buku Antologi, 4 Ebook. Di antaranya 1 Pesan 1 Peristiwa, Rahasia 15 Menit Membuat Blog dan Website Pribadi Bagi Pemula, Prau Dolanan Fatih, Menang

Pernah mendapatkan penghargaan penulis artikel di Jawa Pos berjudul Belajar Matematika dengan Nalar pada lomba Artikel Untukmu Guru 2008. Tulisannya pernah dimuat di harian Republika, Tabloid PENA Dinas Pendidikan Sidoarjo, dan www.gblsidoarjoberkarya.com. Penulis bisa dihubungi di 081333148884. www.abdullahmakhrus.com

 


Previous Post Next Post