So SWIIT Ramadan 2026
Oleh: Abdullah Makhrus
PUASA telah tiba. Setiap muslim yang taat pasti merindukan kedatangannya. Tak terkecuali anak-anak yang baru belajar berpuasa. Ada banyak sekali amalan yang bisa dilakukan untuk meraup banyaknya pahala yang disediakan Sang Pencipta.
Selain puasa, tarawih, sedekah, ada tantangan baru yang biasanya menjadi challenge tersendiri bagi setiap muslim.
Namanya tilawah, membaca Alquran selama Ramadan. Termasuk menargetkan selesai
membaca 30 juz.
Memang, tidak mudah menuntaskan membaca 30 juz Alquran. Apalagi, bagi yang belum terbiasa membacanya setiap hari. Namun, kita pasti sadar bahwa ini adalah momentum langka.
Ia datang hanya sekali dalam satu
tahun. Maka perlu dipikirkan kreatifitas yang bisa mewujudkan target tersebut.
Untuk mengatasi hal itu saya jadi teringat
kata-kata para suporter Persebaya,
"Kami haus gol kamu. Satu niat, satu tekat, satu semangat."(www.bola.com).
Maka kata-kata penyemangat ini rasa-rasanya
cocok untuk meraih target kita. Cetak gol, target 30 juz dalam sebulan. Apa
bisa?
Nah, di dunia ini tidak ada yang mustahil.
Asal kita mau berpikir dan berusaha mewujudkannya.
Apa saja hal yang perlu kita lakukan untuk
bisa mencapai satu gol tersebut?
Pertama, pasang satu niat. Menata niat ini
seperti memasang arah tujuan perjalanan. Jika kita ingin ke Malang, maka jangan
berjalan ke arah Surabaya, nggak akan nyampe.
Kalau pun nyampe, harus mengelilingi dunia.
Termasuk niat kita saat ini jelang memasuki Ramadan, menargetkan selesai
membaca 30 juz dalam satu bulan bukan lagi hal yang mustahil.
Kedua, satu tekad. Jika tekad sudah
membulat, akan selalu ada ide yang bermunculan di benak kita. Sembari
mengadapdasi program yang sudah berjalan dan selaras seperti ODOJ(One Day One
Juz) yang dibaca oleh satu orang. Maka, saya memunculkan ide dengan berdiskusi
bersama anak di kelas.
Program ini saya namakan So SWIIT yang
merupakan akronim dari Sobat Subuh Waktunya kIta Ikut
Tilawah. Program ini merupakan kegiatan membaca bersama atau tilawah
Alquran. Sehari, selesaikan membaca satu juz setelah salat subuh.
Dengan memanfaatkan aplikasi rapat online, zoom
meeting, program ini dilakukan dengan secara daring. Satu ayat atau satu bagian
tertentu dari satu halaman Alquran. Agar membacanya tidak terasa berat, maka per
siswa akan membaca secara bergantian. Sampai selesai satu juz per hari.
Sebenarnya target awal selain menyelesaikan 30
juz, saya ingin mengajak anak-anak agar tidak tidur setelah subuh. Karena keluhan
beberapa orang tua, agak sulit membangunkan mereka untuk berangkat sekolah di
pagi hari jika mereka terlanjur tidur lagi usai salat subuh.
Apa lagi ada hadis Nabi, “Seusai salat fajar (subuh),
janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari rezeki.” (HR.
Thabrani).
Karena itu, saya mengajak anak-anak hebat di kelas saya untuk tilawah secara bersama. Karena pekerjaan berat apabila dilakukan bersama-sama akan menjadi ringan.
Termasuk tilawah menyelesaikan 30 juz.
Semoga dengan program ini, membaca Alquran tak lagi terasa berat, namun justru jadi
sangat ringan dan menyenangkan.
Ketiga, satu semangat. Penyemangat tertinggi
dalam menggerakkan anak-anak untuk bisa bergabung mengikuti program ini adalah
kabar gembira dari Rasulullah. Memang tidak diwajibkan, sunnah saja. Siapa pun
boleh ikut, termasuk orang tua anak-anak bisa kitan.
Saya jadi teringat sebuah semangat yang dulu
pernah saya dapat saat diskusi kuliah di kampus. Kakak kelas saya, kala itu
mengatakan, dengan memberi makna positif, ibadah sunnah itu bisa menjadi api
pembakar semangat kita dalam beribadah.
Beliau menjelaskan, bahwa sunnah itu bisa
dimaknai sebagai ibadah yang apabila dilakukan berpahala, jika tidak dilakukan,
kita KEHILANGAN KESEMPATAN MENDAPATKAN PAHALA. Rugi dong kalau nggak dilakukan.
Ya nggak sih?
Abdullah bin Mas'ud r.a. pun bernah berkata
bahwa Rasulullah SAW bersabda,
'Siapa yang membaca satu huruf dari Alquran
maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan
menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الٓÙ…ٓ (Alif Lam Mim)
satu huruf, melainkan Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu
huruf." (HR Tirmidzi).
Ada satu lagi pesan Nabi,
“Orang yang mahir dalam membaca Alquran, akan
bersama para malaikat yang mulia dan selalu berbuat baik, sedangkan orang yang
membaca Al Qur’an dalam keadaan terbata-bata dan dia kesulitan (dalam membaca),
maka baginya dua pahala.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Semangat itu perlu kita jaga, support, dan tentu perlu kita tularkan pada siapa saja. Termasuk pada keluarga, sahabat, komunitas dan semua jejaring kita.
Mumpung Ramadan, saatnya mengambil obral pahala.
Jangan sampai nggak kebagian.
Mau atau mau banget join program So SWIIT ini? Gasskan Gaes.
Trawas, 17 Februari 2026
Biodata Penulis
Abdullah Makhrus, M.Pd.
Seorang Writer-Trainer-Teacher. Pengajar di SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo. Kepala Bimbingan Belajar Matematika SD "Az Zahro“. Ketua Gerakan Budaya Literasi(GBL) Sidoarjo dan Sekretaris Rumah Virus Literasi(RVL). Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sidoarjo. Buku yang pernah di tulis 3 Buku Solo, 3 E-book, dan 10 Buku Antologi:
Karya Buku Solo
1 Pesan 1 Peristiwa.
2. Rahasia 15 Menit Membuat Blog dan Website Pribadi Bagi Pemula
3. Prau Dolanan Fatih
Karya Ebook
- Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 1-2
- Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 3-4
- Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 5-6
Pernah mendapatkan penghargaan penulis artikel di Jawa Pos berjudul Belajar Matematika dengan Nalar pada lomba Artikel Untukmu Guru 2008. Tulisannya pernah dimuat di harian Republika berjudul Menemukan Motivator Terbaik. Tulisan lainnya juga beberapa kali dimuat di Tabloid PENA Dinas Pendidikan Sidoarjo dan www.gblsidoarjoberkarya.com. Penulis bisa dihubungi di 081333148884. www.abdullahmakhrus.com

