Anda Ingin Dikenal Sebagai Apa?

Sumber gambar: https://www.freepik.com/ 

Anda
Ingin Dikenal Sebagai Apa?

Oleh: Abdullah Makhrus

 

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Itulah  peribahasa yang kerap kali digunakan untuk mengungkapkan bahwa seseorang yang mati akan dikenang adalah kesan orang lain terhadap perilaku hidupnya.

Dalam konteks saat ini, bisa dimaknai, bahwa seseorang akan dikenang dari rekam jejak digitalnya. Tentu kita mengenal Rasulullah Muhammad Saw. Personal brandingnya sangat kuat melekat. Saya menyebutnya sebagai tokoh internasional yang diakui pengaruhnya di dunia. Pengakuan itu tentu bukan beralasan, bahkan telah tertuang dalam buku berjudul 100 Tokoh Paling Berpengaruh Di Dunia. 

Buku yang pertama kali diterbitkan pada 1978 berhasil  menuai kontroversi dan dihujani kritik. Betapa tidak, sang penulis, Michael H. Hart, berani mengambil keputusan besar dengan menempatkan Nabi Muhammad Saw. di urutan pertama dalam sejarah dunia. Padahal Hart sendiri adalah non muslim.

Tentu saja, semua kritikan itu terbukti tak beralasan. Nyatanya kejayaan islam dan terbuka lebarnya ilmu pengetahuan juga dilahirkan dari ilmuwan muslim sepeninggal beliau. Buku ini juga membuka mata kita bahwa personal branding yang kuat terbukti mampu membuat perubahan besar di tengah masyarakat.

Pun, ini tampak dari dari personal branding yang beliau tampilkan dan diakui masyarakat, bahkan termasuk musuhnya sendiri. Contoh paling populer  bisa kita baca dari keberhasilan beliau dalam menyelesaikan sengketa di antara kaumnya. Salah satunya adalah kemampuan beliau meredam pertikaian antar suku pada saat peletakan hajar aswad setelah renovasi ka’bah. (nu.or.id, 4 Oktober 2012)

Nah, pertanyaannya, bagaimana kita membangun personal branding diri kita? Sulit rasanya membangun personal branding yang memukai, sementar kita tidak memiliki banyak kelebihan atau hal unik yang berbeda dengan orang lain.

Tapi, bukan berarti tidak ada solusi. Ada sebuah quote menarik dari seorang  ulama besar, Al-Ghazali. Beliau pernah mengatakan, “Jika Kau Bukan Anak Raja, Juga Bukan Anak Ulama Besar, maka Menulislah!” (mojok.co, 12 Juli 2019)

Jika ditanya,personal branding apa yang melekat pada diri Anda? Memang jawabannya sangatlah subjektif. Hanya kita saja yang mampu menjawabnya. Namun, jika jawaban Anda relatif sama dengan lainnya, maka dari mana orang membedakan kita dengan orang lain? Tentu, selain bentuk fisik dan perbedaan nama Anda belaka.

Saya sendiri memilih menjadi penulis bukan tanpa sebab. Dengan menulis, kita akan  meninggalkan sebuah legacy dengan lifetimenya yang panjang. Kita tentu mengenal Imam Bukhari, Imam Muslim dan para penulis hadis Nabi yang tetap masyhur hingga saat ini. 

Beliau memang sudah tiada, namun, manfaat ilmunya terus kita rasakan. Tentu pahalanya terus mengalir ke beliau. Tentu karena tulisan yang ditorehkan dalam sebuah buku hadis yang kita kenal sekarang.

Karena itulah saya memilih menjadi penulis. Menjadi seseorang yang akhirnya bisa menebar manfaat bukan hanya ke satu atau seratus orang, tapi bisa ke ribuan bahkan jutaan manusia. Dan, berbahagialah jika tulisan Anda mampu  menyebar dan memberikan manfaat untuk lebih banyak orang. 

Bukan untuk sekadar mengejar ketenaran dunia. Namun, untuk menciptakan mesin pencetak pahala sebagaimana para ulama penulis hadis meninggalkan warisan tulisan yang bisa kita baca hingga hari ini. 

Sungguh, kebahagiaan terbesar penulis adalah ketika tulisannya mampu menginspirasi pembaca. Inilah yang pernah saya rasakan. Ketika tulisan saya ternyata direpost oleh seorang kawan yang memiliki channel informasi telegram dengan  jumlah follower 45.625.



 Dengan demikian, makin banyak tulisan kita hasilkan, dibaca, dan memengaruhi orang lain untuk mau berubah lebih baik, semoga semakin banyak pula kebaikan yang bisa kita tularkan. 

Makin banyak virus literasi kita sebarluaskan di muka bumi, semoga menjadikan setiap orang mampu memberi makna hidup yang jauh lebih berarti. Bukankah begitu?!


Sidoarjo, 9 Februari 2026


Biodata Penulis

Abdullah Makhrus, M.Pd.

Seorang Writer-Trainer-Teacher. Pengajar di SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo. Kepala Bimbingan Belajar Matematika SD "Az Zahro“. Ketua Gerakan Budaya Literasi(GBL) Sidoarjo dan Sekretaris Rumah Virus Literasi(RVL). Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sidoarjo. Buku yang pernah di tulis 3 Buku Solo, 3 E-book, dan 10 Buku Antologi:

Karya Buku Solo

1 Pesan 1 Peristiwa.

2. Rahasia 15 Menit Membuat Blog dan Website Pribadi Bagi Pemula

3. Prau Dolanan Fatih

Karya Ebook

  1. Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 1-2
  2. Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 3-4
  3. Pembahasan soal Penyisihan KMNR19 Kelas 5-6

Pernah mendapatkan penghargaan penulis artikel di Jawa Pos berjudul Belajar Matematika dengan Nalar pada lomba Artikel Untukmu Guru 2008. Tulisannya pernah dimuat di harian Republika berjudul Menemukan Motivator Terbaik. Tulisan lainnya juga beberapa kali dimuat di Tabloid PENA Dinas Pendidikan Sidoarjo dan www.gblsidoarjoberkarya.com. Penulis bisa dihubungi di 081333148884. www.abdullahmakhrus.com

Previous Post Next Post