Parade Launching dan Bedah Buku: Menyemai Jejak Literasi Sidoarjo


Parade Launching dan Bedah Buku: Menyemai Jejak Literasi Sidoarjo

Oleh : Nuraini, S.Pd., M.Pd.

(Guru SMPN 1 Gedangan)

Sidoarjo, 1 Oktober 2026 , Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo dipenuhi semangat literasi pada Kamis (1/10/2026). Gerakan Budaya Literasi (GBL) Sidoarjo menyelenggarakan kegiatan Parade Launching dan Bedah Buku Jejak Kenang Bapak Literasi Sidoarjo, Writing Camp Batch #1, dan Teja Adi Nunggaling Ranu. Kegiatan berlangsung pukul 08.00 –12.00 WIB dan diikuti oleh berbagai elemen penggerak literasi di Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo, Ibu Heppy Setianingtyas A.Y., S.H., M.H.; Kabid Mutu Dinas Pendidikan Sidoarjo, Dr. Lilik Sulistyowati, S.Pd., M.Pd.; Kabid GTK Dinas Pendidikan Sidoarjo, Moh. Shobirin, S.Pd., M.Pd.; Founder GBL sekaligus Bapak Literasi Sidoarjo, Dr. Ng. Tirto Adi, M.P., M.Pd.; Ketua GBL Sidoarjo, Abdullah Makhrus, M.Pd.; serta narasumber Yekty Eriani, S.Pd. M.Pd, dan Sridaningsih, S.Pd.

Hadir pula jajaran kepala sekolah negeri dan swasta, guru, penulis, serta para penggiat literasi yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan budaya literasi di Kabupaten Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Heppy Setianingtyas A.Y., S.H., M.H. menyampaikan pentingnya membangun sinergi antarpihak dalam upaya meningkatkan budaya literasi. Menurutnya, penguatan literasi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi antara perpustakaan, sekolah, guru, Dinas Pendidikan, dan berbagai instansi terkait.

Beliau  juga memaparkan kondisi literasi di Kabupaten Sidoarjo yang masih membutuhkan perhatian bersama.

“IPLM masih di angka memprihatinkan, yakni urutan ke-22 dari 38 kabupaten di Jatim. Oleh karena itu, kita harus bersemangat untuk meningkatkan tumbuh kembang literasi, memantapkan kolaborasi, koordinasi, sinkronisasi program kerja di sekolah utamanya,”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa peningkatan budaya literasi membutuhkan gerak bersama dan kesinambungan program, terutama melalui lingkungan pendidikan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua GBL Sidoarjo, Abdullah Makhrus, M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada para penggerak literasi yang terus berkarya. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk penghargaan kepada para penulis sekaligus upaya untuk menumbuhkan inspirasi bagi guru agar menghadirkan kegiatan literasi, termasuk bedah buku, di lingkungan sekolah.

“Mari kita publikasikan tulisan, artikel, pantun, puisi, reportase, apa pun itu sebagai wujud semangat literasi dan menggerakkan literasi di Kabupaten Sidoarjo,”

Ajakan tersebut menegaskan bahwa literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi juga diwujudkan melalui keberanian menuangkan gagasan dalam berbagai bentuk karya.


Sesi bedah buku Writing Camp menghadirkan Founder GBL Sidoarjo, Dr. Ng. Tirto Adi, M.P., M.Pd. Dalam paparannya, Pak Tirto menyampaikan bahwa fondasi utama literasi tidak terlepas dari kemampuan membaca, menulis, dan berhitung atau calistung. Kemampuan dasar tersebut menjadi bekal penting bagi setiap individu dalam mengembangkan kecakapan literasi.

Ia juga menguraikan gaya selingkung kepenulisan serta berbagai hal yang berkaitan dengan proses penulisan dan penerbitan buku.

“Dengan membaca kita akan mengenal dunia, dengan menulis kita akan dikenal dunia. Lebih baik berani berbuat dan salah, daripada tidak pernah melakukan kesalahan sama sekali karena tidak pernah berbuat,”

Pesan tersebut menggambarkan pentingnya keberanian untuk memulai proses berkarya. Menulis tidak semata-mata tentang menghasilkan sebuah buku, tetapi juga menjadi sarana untuk meninggalkan gagasan dan jejak pemikiran yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Narasumber berikutnya, Sridaningsih, S.Pd., yang mengupas buku Jejak Kenang Bapak Literasi Sidoarjo menyampaikan materi mengenai entrepreneur writing. Dengan penuh semangat, ia mengajak peserta memahami bahwa sebuah buku tidak hanya membutuhkan kekuatan isi, tetapi juga daya tarik visual yang mampu membangun ketertarikan pembaca.

Menurutnya, sampul menjadi salah satu unsur penting yang pertama kali dilihat oleh calon pembaca. Sampul yang menarik dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan ketertarikan untuk mengenal isi buku lebih jauh. Ia juga membahas konsep penulisan gelar pada nama penulis yang dicantumkan pada sampul buku.

Di hadapan peserta, beliau menyampaikan sebuah pesan yang menggambarkan pentingnya menulis sebagai bentuk peninggalan pemikiran.

“Kita boleh pandai setinggi langit, tapi jika tidak pernah menulis, maka jejak kita akan lenyap ditelan bumi,”

Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa pengetahuan dan pengalaman akan memiliki nilai keberlanjutan ketika dituangkan dalam bentuk tulisan.

Sesi terakhir menghadirkan Yekty Eriani, M.Pd., yang juga merupakan Kepala SMPN 1 Prambon. Beliau  mengungkapkan kisah di balik lahirnya buku karya guru-guru MGMP Bahasa Jawa berjudul Teja Adi Nunggaling Ranu. Buku tersebut ditulis sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada Dr. Ng. Tirto Adi atas dedikasi serta pengabdiannya dalam mengembangkan gerakan literasi di Kabupaten Sidoarjo.

Buku tersebut menjadi representasi rasa terima kasih para penulis terhadap perjalanan pengabdian Pak Tirto, mulai dari kiprahnya sebagai guru hingga dikenal sebagai Bapak Literasi Sidoarjo.

“Kami tulus menulis dari hati sebagai apresiasi atas dedikasi beliau yang sangat luar biasa untuk penggiat literasi Kabupaten Sidoarjo,” ungkap Yekty dengan nada lembut.

Parade launching dan bedah buku tersebut tidak sekadar menjadi ruang untuk memperkenalkan karya. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi perjumpaan para penulis, pendidik, kepala sekolah, dan penggiat literasi untuk merawat semangat membaca, menulis, dan berbagi gagasan.

Ke depan, kegiatan literasi serupa diharapkan dapat terus digelar secara berkelanjutan. Bukan sekadar untuk merayakan kata dan mengenang karya, melainkan juga untuk meneruskan inspirasi, memperluas kolaborasi, serta menumbuhkan ekosistem literasi yang hidup di Kabupaten Sidoarjo.

Previous Post Next Post