POHON INFORMASI BERBASIS QR CODE DI SMA NEGERI 2 SIDOARJO
Oleh: Reka Damayanti, Mahasiswa PLP Biologi SMAN 2 Sidoarjo tahun 2026
Guru pamong bersama mahasiswa PLP Pendidikan Biologi UNESA dengan Pohon Informasi Berbasis QR Code.
Sidoarjo - Belajar mengenal tumbuhan kini tidak harus selalu dilakukan melalui buku pelajaran. Cukup dengan memindai QR Code menggunakan telepon genggam, peserta didik SMAN 2 Sidoarjo dapat mengakses berbagai informasi mengenai tumbuhan yang ada di lingkungan sekolah. Inovasi tersebut diwujudkan melalui pengembangan media pohon informasi berbasis QR Code oleh mahasiswa program studi pendidikan biologi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang sedang melaksanakan program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Tahun 2026 di SMAN 2 Sidoarjo.
Kegiatan diawali dengan observasi dan pendataan berbagai jenis tumbuhan yang tumbuh di lingkungan sekolah. Setiap tumbuhan didokumentasikan dan diidentifikasi menggunakan aplikasi PlantNet, kemudian diverifikasi melalui situs Plants of the World Online (POWO) untuk memastikan ketepatan nama ilmiahnya. Data yang telah diverifikasi selanjutnya disusun menjadi kartu informasi yang memuat nama lokal, nama ilmiah, foto tumbuhan, serta QR Code yang terhubung dengan informasi digital yang lebih lengkap.
Media ini dikembangkan sebagai upaya memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai laboratorium belajar terbuka. Melalui pohon informasi, peserta didik dapat mengenali berbagai jenis tumbuhan yang ada di sekitar mereka secara mandiri dan interaktif. Kehadiran QR Code juga memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan teknologi sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan relevan dengan perkembangan pendidikan saat ini.
Guru pamong PLP biologi SMAN 2 Sidoarjo, Aninda Yulianti Rahmana, S.Pd., Gr., menyambut baik pengembangan media tersebut. “Pohon informasi berbasis QR Code ini sangat membantu pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Peserta didik dapat mengenal berbagai tumbuhan yang ada di sekolah dengan cara yang lebih menarik karena informasi dapat diakses secara langsung melalui gawai mereka. Saya berharap media ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan literasi keanekaragaman hayati peserta didik di SMAN 2 Sidoarjo,” ujarnya.
Pengembangan media ini juga sejalan dengan komitmen SMAN 2 Sidoarjo sebagai sekolah adiwiyata mandiri yang terus mendorong pemanfaatan lingkungan sebagai sarana pendidikan. Kehadiran pohon Informasi tidak hanya memperkaya sumber belajar di sekolah, tetapi juga menjadi media edukasi yang mendukung pembelajaran kontekstual dan penguatan karakter peduli lingkungan. Dengan mengenal keanekaragaman hayati yang ada di sekitar mereka, peserta didik diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.
“Mengenal lingkungan adalah langkah awal untuk mencintai dan menjaganya.” Melalui pohon informasi berbasis QR Code, pembelajaran tidak lagi terbatas pada ruang kelas, melainkan hadir langsung di tengah lingkungan sekolah dan dapat diakses kapan saja oleh seluruh warga SMAN 2 Sidoarjo.
