LITERASI YANG MENGGURITA

LITERASI YANG MENGGURITA
Oleh: Srindaningsih 
(Wakil Ketua GBL Sidoarjo)

            Dipenghujung purna tugas, sang kepala sekolah membagikan google form agar semua gurunya menuliskan rencana kedepan(untuk tahun ajaran baru) tentang inovasi apa yang akan dilakukan dengan kelasnya, MGMPSnya, dan rencana inovasi untuk sekolah. Tentu serta merta penulis tuliskan semua rencana cemerlang untuk kelas yang diampu, rencana apa yang dilakukan dengan MGMPS bahasa Inggris karena penulis atas karunia Allah adalah guru bahasa Inggris di sekolah itu (SMP Negeri 6 Sidoarjo), dan yang memang rencana terhebat adalah inovasi dengan sekolah.
           Apa rencana hebat dari inovasi dengan sekolah? Penulis menuliskan di google form bahwa penulis aku menulis bersama kepala sekolah. Liburan sekolah usai, tahun ajaran baru dimulai. Waka kurikulum melakukan pemanasan bagi siswa yaitu membersihkan kelas masing-masing. Persiapan pembelajaran memang kelas harus bersih, supaya nyaman belajar. Strategi cemerlang sang waka kurikulum, ketika anak-anak membersihkan kelas para guru bersama kepala sekolah mengadakan rapat kordinasi tahun ajaran baru. Kami pengampu pendidikan harus satu visi dan sinergi dalam mendidik para siswa. Setelah pembukaan, kepala sekolah ingin tahu apa saja inovasiyang akan diciptakan oleh guru-guru untuk memajukan regenerasi bangsa. Beragam inovasi yang diapresiasi oleh kepala sekolah, satu kejutan  yang membikin peserta terhenyak. Ada satu inovasi untuk sekolah yang berbeda yaitu menulis bersama kepala sekolah dan ini merupakan isian satu-satu yang cukup berani. Apakah rencana inovasi ini terwujud?
         Penulis sebenarnya cukup sibuk, karena di tahun yang sama banyak yang harus dikerjakan antara lain;
 1. Mempersiapkan laporan-laporan literasi untuk PPKS (Pelaksanaan kegiatan literasi sekolah dalam satu tahun, Monitoring kegiatan literasi, Evaluasi kegiatan literasi)
2. Menulis buku mata pelajaran bahasa Inggris berbasis local content Sidoarjo, merupakan kerja sama Dinas Pendidikan dan penerbit mayor Erlangga (untuk kelas 9)
3. Perencanaan program literasi 2025
4. Menulis bersama kepala sekolah (Tantangan pribadi untuk inovasi sekolah)
5. Persiapan Pensiun.
        Sebenarnya, untuk tugas sebagai tim literasi telah didelegasikan pada guru-guru yang lain setahun yang lalu. Mengapa diserahkan orang lain? Diserahkan orang lain karena penulis tinggal hitungan bulan pensiun. Tapi apa hendak dikata, ketika pengembang tugas yang baru berkata,
“Dikerjakan Ibu saja, Ibu masih disini”
“Ayo, dikerjakan ! Saya dampingi membuat laporannya, sambil belajar. Ketika saya tidak ladi disini, kalian sudah pinter”
Pensiun per 1 Maret 2024, tapi bulan Desember 2023 masih mempersiapkan semua jenis laporan literasi untuk PPKS (Program literasi, Pelaksanaan literasi, Monitor literasi, Evaluasi literasi). Bulan Januari 2024 menyerahkan Program Literasi untuk 2024. Bulan Pebruari 2024 menyelesaikan buku English Wonderful Insight bersama Ibu Sutri Winurati, MPd dari SMPN 2 Sukodono. Buku bahasa Inggris yang kami tulis berdua itu, untuk siswa kelas 9 se Sidoarjo. Pada bulan Pebruari itu juga, yaitu kurang 2 minggu dari tanggal pensiun penulis masih mengadakan PKB untuk MGMP bahasa Inggris bersama pengurus MGMP bahasa Inggris Sidoarjo. Mendekati bulan-bulan terakhir pensiun, justru penulis semakin sibuk dan diharuskan untuk bekerja keras karena target. Target selesai, masih ada satu yaitu menulis dengan kepala sekolah sehingga ketika pensiun datang melanjutkan tantangan terakhir dan tetap menulis.
           Tulisan penulis telah selesai. Sedari awal, inovasinya adalah menulis dengan kepala sekolah maka penulis hanya  berdua yaitu penulis dan kepala SMPN 6 Sidoarjo, Bapak Suharsono, MPd. Beliau menulis tentang pertama kali tugas sebagai guru dengan SK menuju Timor Timur (ini Timor Timur kala masih jadi wilayah Indonesia). Penulis juga menulis tugas pertama kali dengan SK menuju Gresik di daerah kecamatan Bungah. Kami berdua menulis tugas pertama sehingga buku kami berjudul LANGKAH PERTAMA yang sukses dibukukan sekitar pertengahan April 2024, sebulan setelah penulis pensiun.
         Penulis mendapat undangan dari sekolah terakhir tempat bertugas, bahwa penulis diundang dalan acara perpisahan para pensiun dengan sekolah. Acara perpisahan itu digandengkan dengan rapat Koperasi Mesra, koperasi SMPN 6 Sidoarjo. Pada moment yang indah itu, penulis mengumumkan dan menyatakan bahwa hari ini saya menepati janji inovasi sekolah untuk menulis bersama kepala sekolah dengan menyerahkan buku LANGKAH PERTAMA kepada kepala SMPN6 Sidoarjo, di Bali pada tanggal 10 Mei 2024.
          Anggap saja, buku LANGKAH PERTAMA adalah literasi pertama penulis pasca pensiun. Diam-diam di rumah jadi berpikir, mengapa penulisnya hanya dua? Tumbuhlah ide untuk menambah jumlah penulis. Penulis menawarkan ke grup-grup WA, dimana penulis sebagai anggota grup tersebut. Tawarannya adalah siapa yang ikut menulis pada buku LANGKAH PERTAMA, silahkan menulis apa saja. Tulisan tentang tugas pertama, pertama jadi guru, atau pertama kerja. Meskipun sudah ditawarkan di banyak grupWA, peserta hanya tambah 6 orang ( Toto Lumaksono, Sutri Winurati, Mariyati, Yunita Purnamasari,  Endang Mujiati, Fatma Rohmawati ) sehingga penulisnya menjadi 8 orang yang masing-masing menuliskan tugas pertamanya.
        Tulisan-tulisan yang telah dirakit jadi satu buku  LANGKAH PERTAMA terdiri atas;
Suharsono, MPd dengan karya SK YANG BERBEDA
Srindaningsih, SPd dengan karya JADI PACARKU SAJA
Fatma Rohmawati, MPd dengan karya MENCARI SURAT DI GUDANG
Toto Lumaksono, MPd dengan karya PROFESI GURU BUKAN PILIHAN
Sutri Winurati, MPd dengan karya JADI PENGUSAHA
Endang Mujiati, MPd dengan karya MENYELAM DAN MENCARI IKAN
Mariyati, MPd dengan karya PERJALANAN PRESTASI
Yunita Purnamasari dengan karya MENGURAIKAN SIMFONI SUDUT

Bila kita punya buku baru, selayaknya dilakukan selebritas. Berarti yang jadi artis, bukunya harus disiarkan supaya populer.Selebritasnya dengan acara peluncuran ( launching) buku. Penulis tumbuh ide untuk launching di SMPN 1 Waru, karena salah satu penulis LANGKAH PERTAMA adalah guru dari SMPN 1 Waru yaitu Bapak Toto Lumaksono. Majulah penulis ke kepala SMPN 1 Waru, untuk memohon peluncuran buku tersebut. Beliau setuju, selanjutnya berhubungan dengan tim literasinya yaitu Bapak Rudi. Bapak Rudi menyambut baik, kerja sama ini tidak menguntukkan satu pihak saja tapi semua mendapat dampak positifnya dibuatlah acara launcing dan seminar literasi. Seminar literasi tersebut diisi topik Kiat Menulis Cerpen, pesertanya guru dan siswa. Hebatnya dalam seminar itu kepala sekolah , Bapak Didik Winarko, MPd membersamai mulai awal sampai akhir acara. Tidak hanya kepala sekolah tim literasi juga berada di ruang itu hingga selesai. 
            Peluncuran buku LANGKAH PERTAMA di SMPN 1 Waru, dihadiri jurnalis melintas.id yaitu Ibu Suhartatik, MPd ikut menyaksikan peluncuran buku itu. Ibu Suhartatik baru pertama menyaksikan peluncuran buku dengan konsep writerpreneur. Bagaimana konsep writerpreneur itu? Konsep ini menuntut bahwa seorang penulis bukan sekadar ahli atau pakar menulis tapi harus memiliki talenta lain yang bisa ditampilkan saat peluncuran bukunya.  Para penulisnya harus bisa jadi artis. Bapak Suharsono bernyanyi duet dengan Ibu Sutri dan sebelumnya Ibu Sutri membacakan puisi karya Srindaningsih yang judul puisinya sama dengan judul bukunya yaitu Langkah Pertama. Pada peluncuran itu Bapak Toto menjadi pembawa acara dan narasumber seminarnya adalah Srindaningsih. Semua kegiatan harus bisa dilakukan oleh penulis-penulis buku yang sedang diluncurkan. Itulah dengan kata lain penulis harus berani tampil atau bisa jadi artis sesuai talenta masing-masing dan saling melengkapi sehingga secara ideal semua bisa dikerjakan oleh penulisnya.
          Literasi berkembang dari menulis bukunya, launching  pada hari Sabtu 11 Oktober di SMPN 1 Waru. Berdampak ada seminar penulisan cerpen, mengispirasi siswa-siswi SPENTARU untuk tergerak menulis. Siswa yang hadir dibuatkan grup WA, dibagi 3 kelompok tema tulisan : Teman Istimewa, Perubahan di Kelas 8, Kisah Diterima di Spentaru. Untuk saat ini, naskah Teman Istimewa sudah terkumpul semua, tinggal tema yang lain dalam proses.
           Buku LANGKAH PERTAMA kemudian  talk show di MGMP bahasa Inggris Sidoarjo, diberi peluang oleh ketuanya. Ide dari pembina MGMP bahasa Inggris Ibu Amaliah, MPd dan Bapak Aris Setiawan bahwa acara tidak hanya talk show tapi diberikan workshop penulisan supaya tumbuh penulis-penulis baru dari anggota MGMP bahasa Inggris Sidoarjo. Di akhir workshop anggota MGMP BAHASA Inggris terbagi menjadi 6 kelompok, dimana setiap kelompok membuat tema tulisan sesuai kesepakatan anggoto kelompok tersebut.
          Penulis berkunjung ke SMPN 2 Sukodono untuk bertemu salah satu penulis  LANGKAH PERTAMA untuk mengantar bukunya, ketika penulis pamit pada Kepala sekolahnya justru diminta masuk kedalam ruangan kepala sekolahnya diajak berbincang dan ternyata meminta penulis menjadi narasumber penulisan dari dua jenjang siswa-siswinya yaitu kelas 8 dan kelas 9. Workshop penulisan dengan genre cerpen dan karya ilmiah populer yang selanjutnya ada karya nyata dari mereka. Kepala SMPN 2 Sukodono mencanangkan akan terbit buku 20 judul buku, mana diharapkan ada 10 judul untuk cerpen pemula yang disebut pentigraf (cerpen tiga paragraf) untuk kelas 8 dan 10 judul buku untuk kelas 9  yang menulis karya ilmiah populer. Setiap kelas, satu judul buku sebagai karya bersama (karya antologi) karena ada 20 kelas untuk kelas 8 dan kelas 9 sehingga terbit 20 judul buku.
           Mengapa penulis memberi judul tulisan ini LITERASI YANG MENGGURITA? Sebelum terjawab pertanyaan ini, kita perhatikan binatang yang bernama gurita. Gurita adalah binatang laut yang berkaki banyak. Kaki-kaki gurita itu banyak, kaki-kakinya bisa bergerak kemana saja. Literasi yang dilakukan penulis dari awal dengan menulis buku bersama kepala sekolah, jadi buku dengan judul LANGKAH PERTAMA. Buku tersebut berkembang menjadi 8 penulis, di launching dan bekembang lagi tumbuh penulis-penulis baru dari SMPN 11 Waru. Digelar talk show dari  LANGKAH PERTAMA, berkembang penulis-penulis yang menjadi anggota MGMP bahasa Inggris. Penulis mengirim buku LANGKAH PERTAMA ke SMPN 2 Sukodono, malah ditodong jadi narasumber workshop penulisan. Terjadilah workshop yang diwakili oleh siswa kelas 8 dan kelas 9 , dari workshop ini akhirnya 750 siswa-siswi bergerak menulis.
            Buku LANGKAH PERTAMA terus bergerak mengispirasi banyak kalangan, seperti kaki-kaki gurita yang berjumlah banyak (berjumlah 8 kaki) dan masing-masing kaki bergerak. Ibarat kaki-kaki gurita yang bergerak, begitulah buku LANGKAH PERTAMA yang terus bergerak, berdampak, mengispirasi, dan mengembang literasi di mana-mana. Buku LANGKAH PERTAMA, telah menjadi literasi yang menggurita dan terus berkembang kapan saja dan dimana saja buku tersebut berada. Salam kemajuan, salam literasi dari penulis (Srindaningsih)
Previous Post Next Post